Satu Jemaah Asal Payakumbuh Masih Menjalani Perawatan di Tanah Suci

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Satu orang jamaah asal Payakumbuh yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) X Debarkasi Padang, Sumbar masih tertahan di Tanah Suci karena menjalani perawatan di RS Arab Saudi.

Sementara 390 jamaah kloter X telah mendarat ditanah air melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Jumat (7/9) sekitar pukul 01.18 dini hari kemarin.

baca juga: Buka Workshop Pengamalan Nilai-nilai ABS-SBK, Supardi: Pendidikan Moral Penting Ditekankan pada Generasi Muda

Dengan demikian hingga saat ini Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Haji Padang telah menyambut pemulangkan sepuluh kloter jamaah haji berjumlah 3.898 orang. Informasi yang diterima, proses penurunan jamaah dari pesawat garuda boeing 777 seri 300 ER tidak ada jamaah yang dievakuasi menggunakan ambulance. Meski sebelum pesawat landing Kota Padang diguyur hujan deras.

Jamaah kloter X merupakan jamaah yang berasal dari Kota Payakumbuh , Pasaman Barat, Kota Pariaman dan Provinsi Bengkulu. Rombongan tersebut berangkat ke Tanah Suci berjumlah 392 orang. Ketika kembali ke Tanah Suci berjumlah 390 orang, karena satu diantaranya wafat di Tanah Suci atas nama Zinah Mohammad Sidik, 73 asal Bengkulu Tengah.

baca juga: Ambulance dari PLN Sumbar Bantu Masyarakat Muaro Sungai Lolo untuk Akses ke RS

Sementara satu jamaah yang dirawat di Makkah karena sakit diketahui bernama Misbah Umar (69), yang berasal dari Kota Payakumbuh , Sumbar .

"Ya, masih ada yang di rawat di Tanah Suci, Ketika di Makkah sebelum kepulangan kloter X ke Tanah Air, Bapak Misbah sempat dibawa ke Rumah Sakit untuk rawat jalan dan kembali lagi bergabung bersama jamaah. Namun saat akan pulang ke Tanah Air Bapak Misbah kembali dibawa ke rumah sakit dan dirawat di sana, karena mengalami sesak nafas," terang Pembimbing Ibadah (TPIHI) kloter X, Darius yang juga merupakan Kasi Bimas Kankemenag Kota Payakumbuh .

baca juga: Kemenkes Terbitkan SE, Biaya RT-PCR Hasil Cepat Tidak Boleh Lampaui Tarif Tertinggi

Pihaknya berharap, Misbah Umar bisa segera pulang bersama jamaah Sumbar yang masih berada di Tanah Suci. "Kita doakan mudah-mudahan beliau bisa segera sembuh dan mendapatkan izin dari rumah sakit Arab Saudi untuk bisa pulang ke Tanah Air," doa Darius sembari mengharap kesembuhan Misbah Umar.

Sementara itu, jamaah Bengkulu yang berjumlah 79 orang setelah melakukan pemeriksaan kesehatan dan menyelesaikan proses imigrasi di BIM langsung diterbangkan ke Bengkulu pukul 03.00 dini hari tadi. Jamaah Bengkulu yang tergabung dalam kloter X ini jamaah terakhir dari Provinsi Bengkulu, empat Kloter lainnya telah lebih dahulu pulang ke Bengkulu.

baca juga: Menkeu: Ekonomi Syariah Bantu Pulihkan Dampak Pandemi

Darius menyebutkan, jamaah kloter X terdiri dari 311 orang jamaah haji Sumbar , 295 jamaah Payakumbuh , 4 jamaah Pasaman Barat, 3 jamaah Kota Pariaman ditambah 5 petugas dan 1 (satu) TPHD langsung dibawa ke Asrama Haji Debarkasi Padang untuk mengikuti acara penyambutan dan serahterima dari Pemerintah Provinsi ke Pemerintah Daerah asal jamaah haji .

Dalam sambutannya di Asrama Haji Debarkasi Padang, Darius didampingi Ketua Kloter X Syaiful Rizal menyerahkan bantuan untuk gempa lomba. Sumbangan ini dikumpulkan jamaah kloter X saat berada di Tanah Suci, jumlah donasi yang terkumpul 10 juta rupiah. Sumbangan diterima langsung Kakanwil Kemenag diwakili Kabag TU, Irwan.

Seiring kedatangan Kloter X, sesuai jadwal yang diterbitkan Kemenag Sumbar , Kloter XI dijadwalkan mendarat di tanah air pada Sabtu (8/9) sekitar pukul 10.15.

Sebagaimana diketahui untuk total calon jamaah haji yang pulang melalui debarkasi Padang pada 2018 berjumlah 6.367 terdiri dari 17 kloter. Terdiri dari 4.646 orang berasal dari Sumbar dan 1.641 orang Bengkulu serta didampingi 80 petugas haji . (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri