Wagub Sumbar Minta Dishub Periksa Kelayakan Bus Secara Rutin

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Transportasi merupakan hal utama dalam menunjang perkembangan pariwisata di Sumbar. Hal ini menyangkut pada keselamatan dan kenyamanan penumpang sehingga harus diperhatikan dengan baik.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan bus, terutama bus yang mengangkut wisatawan , maka pihaknya meminta Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan rutin.

baca juga: Pertengahan Tahun Ini Thailand Bolehkan Turis Asing ke Phuket, Ini Syaratnya

"Kita minta Dinas Perhubungan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap bus pariwisata yang beroperasi di Sumbar, apakah kendaraan tersebut layak jalan atau tidak. Apalagi, bus pariwisata membawa nama baik pariwisata di Sumbar," ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit Jumat (14/9) di Padang.

Lebih lanjut kata Nasrul, saat ini kondisi jalan di Sumbar sudah sangat baik untuk dilewati oleh bus pariwisata, termasuk jalan menuju destinasi. Tetapi pengemudi tetap harus hati-hati karena jalurnya sebagian melintasi perbukitan dengan kelokan, tanjakan dan turunan.

baca juga: Gurbernur Sumbar Minta Asita Buat Paket Wisata Memandian Kabau

"Kesiapan pengemudi harus dibarengi juga dengan kondisi kendaraan yang prima agar tidak terjadi hal buruk seperti kecelakaan, salah satunya melalui uji kir," ungkapnya.

Untuk diketahui, uji kir adalah pengujian kendaraan bermotor untuk mengetahui apakah memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan atau tidak. Kendaraan yang diharuskan melakukan uji tersebut adalah angkutan umum berplat kuning juga angkutan plat hitam yang diwajibkan untuk kir seperti bus pariwisata.

baca juga: Wagub Sumbar Akan Ajak Investor ke Mentawai: Siapa Tahu Ada yang Nyangkut

Ia menambahkan, meski uji kir merupakan kewenangan Dinas Perhubungan, tetapi Nasrul Abit tetap mengingatkan pelaku usaha yang memiliki bus pariwisata atau kendaraan lain yang disewakan kooperatif dalam melakukan pengujian tersebut. "Jangan sampai ada kecelakaan terjadi di Sumbar karena kendaraan tidak melakukan uji kir," sebutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi menyebutkan pihaknya terus mensosialisasikan agar semua kendaraan umum melakukan uji kir secara berkala sekali enam bulan.

baca juga: Termasuk Indonesia, Arab Saudi Larang Masuk Warga dari 20 Negara Asing

"Biaya untuk melakukan uji kendaraan bermotor itu relatif terjangkau. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2007 tentang Restribusi Pengujian Berkala Pertama Kendaraan Bermotor, biaya yang harus dikeluarkan untuk satu kendaraan hanya Rp101 ribu," tuturnya.

(Joni Abdul Kasir)

Penulis: Fitria Marlina