Tangis Pegawai Honor Pecah Saat Aksi Tolak CPNS 2018 di Kantor Gubernur Sumbar

Seorang pegawai honorer membawa spanduk yang berisi desakan massa aksi ke Pemprov Sumbar
Seorang pegawai honorer membawa spanduk yang berisi desakan massa aksi ke Pemprov Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ada pemandangan yang tak biasa dalam orasi yang disampaikan para honorer dan tenaga teknis se Sumatera Barat di halaman kantor Gubernur Sumbar , Senin 24 September 2018.

Tampak sejumlah massa aksi menangis saat seorang orator menyampaikan keluhannya pada Wakil Gubenur Sumbar , Nasrul Abit dan sejumlah pejabat lainnya.

baca juga: Peringati Hari Santri, Ini Harapan Pimpinan Pondok MTI Ashabul Kahfi di Pessel Pada Umat

Sebab, dalam orasinya selama puluhan tahun mereka mengabdi dan telah berhasil melahirkan banyak anak didik namun mereka masih belum terakomodir dalam penerimaan CPNS 2018 .

Dengan mata berkaca-kaca dan isak sedih, para guru honorer itu bernyanyi dengan suara kompak.

baca juga: Diskominfo Padang Beri Pelatihan Singkat Kepada KIM

Selanjutnya bergiliran mereka berorasi menggunakan pelantang suara, menuntut supaya penerimaan CPNS tahun ini dibatalkan, karena tidak mengakomodir pengangkatan guru honorer yang usianya lebih dari 35 tahun.
Selain itu meminta guru honorer kategori 2 diangkat menjadi PNS tanpa melalui ujian.

"Dulu moratorium CPNS lima tahun. Kami bertahan jadi honorer dengan janji pengangkatan. Ketika kran CPNS dibuka, tak ada pengangkatan, semua lewat ujian. Mirisnya usia honorer yang ikut serta dibatasi 35 tahun. Lalu kami dikemanakan? Dibuang? Apa tidak ada keprihatinan bapak?," kata Ketua Forum Guru Honorer Kota Padang, Zal Fitra.

baca juga: Petugas Lapas Pariaman Amankan 124 Paket Ganja dan 0,24 Kg dari 3 Napi

Baca Juga:  Tolak Penerimaan CPNS Umum, Ratusan Pegawai Honor Datangi Kantor Gubernur Sumbar

Demonstran juga mengungkit pengabdian mereka yang tak pernah terperhatikan dengan layak.

baca juga: Lantik Dewas PDAM, Wabup Pessel Minta PDAM Selesaikan Persoalan Ini

Bahkan 3 bulan kini, honor juga belum diterima. Para guru ini membandingkan penghargaan yang diterima guru honorer dengan atlet Asian Games berprestasi, yang sangat timpang.

"Beberapa waktu lalu Asian Games, yang didapat atlet itu sangat luar biasa. Coba lihat kami yang sudah beranak cucu ini. Janji pengayoman yang kami tunggu direalisasikan," pintanya.

Unjuk rasa pegawai honorer ini ditemui langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumbar Yulitar.

"Kewenangan pengangkatan pegawai di tangan Badan Kepegawaian Negara dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kami di daerah hanya menerima. Kami tahu dan merasakan juga sulitnya kehidupan saudara," sebut Nasrul Abit.

Dihadapan ribuan massa aksi, Nasrul Abit hanya bisa berjanji, menyampaikan surat aspirasi pada pemerintah pusat.

Kemudian, Pemprov Sumbar akan melakukan rapat bersama bupati/wali kota, meminta kepala daerah memberikan perhatian yang layak.

"Kami bicarakan dengan bupati/wali kota untuk membayar gaji yang layak bagi honorer, baik kategori satu maupun dua," ucapnnya kemudian.

Pantauan KLIKPOSITIF , hingga siang ini sebagai honorer masih bertahan di halaman kantor gubernur sembari menunggu perwakilan mereka bernegosiasi dengan Wakil Gubernur Sumbar .

Mereka berteduh disekitar bangunan dan ada juga yang melaksanakan sholat secara berganti di Masjid kantor gubernur.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa