Kominfo Sudah Blokir 450 Video dan Foto Kekerasan Terhadap Suporter di Bandung

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) telah memblokir sebanyak 450 URL atau link di media sosial dan situs internet yang menyebarkan tayangan video dan foto korban kekerasan terhadap suporter Persija di Bandung, Minggu 23 September 2018 lalu.

"450 URL sudah kami blok karena tidak bagus untuk masyarakat kan, jadi seolah-olah mengajak untuk melakukan hal hal seperti itu," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

baca juga: Kominfo Siapkan Sistem Registrasi SIM Card Baru, Pakai Pindai Wajah dan Sidik Jari

Langkah pemblokiran ini menurut Menkominfo, perlu dilakukan dua arah yaitu tindakan nyata pemblokiran dan penegakan hukum oleh pihak kepolisian.

"Upaya seperti itu merupakan bagian dari penanganan pada aspek hilir untuk mewujudkan penggunaan akses internet yang sehat. Selain juga ditambah sisi hulu seperti sosialisasi ke masyarakat sehingga dampaknya lebih optimal," jelas dia.

baca juga: Omnibus Law Disentil, Menkominfo: UU Perlu Dilihat Sisi Baiknya

Selain upaya pemblokiran, ia juga akan menemui Direktur Pemasaran Persib Bandung Bermartabat (PBB) M Farhan guna membahas tindak kekerasan yang terjadi.

Pertemuan tersebut dilakukan guna meminta supaya para pendukung Persib Bandung yang menggunakan media sosial tak menyebarkan konten video dan foto korban.

baca juga: Pemerintah: 2.020 Hoaks Beredar di Medsos Terkait Covid-19

"Ada indikasi provokasi oleh oknum suporter klub. Contohnya begini, jika Anda benar suporter klub A, harus berani mukulin pendukung lain terus viralkan di media sosial. Nah contohnya seperti itu, kan tidak benar," ungkap Rudiantara.

Mengkominfo mengimbau masyarakat agar tidak terlibat sebagai penyebar konten sensitif di media sosial dan situs internet.

baca juga: Menkominfo: "Pemerintah Sudah Bilang Itu Hoaks, ya Hoaks", Ini Respon Warganet

Terkait dengan take down content, Menkominfo menjelaskan membutuhkan waktu di berbagai platform media sosial dengan melihat karakteristik aturan penggunaan yang dimiliki.

Sebelumnya, Kemenkominfo telah meminta kepada Youtube, Twitter, Instagram dan Facebook untuk menghapus semua video dan foto terkait korban kekerasan. Dikhawatirkan, video dan foto penganiayaan tersebut dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Sebagaimana diketahui kasus pengeroyokan yang mengakibatkan meninggalnya Haringga Sirla, terjadi saat Persib Bandung menjamu Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu siang.

Haringga yang tercatat sebagai salah satu anggota The Jakmania itu menghembuskan nafas terakhirnya usai dikeroyok puluhan supporter Persib berlangsung.

Jenazah Haringga Sirla telah dimakamkan di pemakaman Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin 24 September 2018 kemarin.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa