Serunya Tradisi Bacarotai Nagari Sungai Tanang Agam

Tradisi Bacarotai di Nagari Sungai Tanang
Tradisi Bacarotai di Nagari Sungai Tanang (Hatta Rizal/KLIKPOSITIF)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Sebuah tradisi kuno yang disebut dengan Bacarotai dilakukan oleh warga di Kenagarian Sungai Tanang, Kecamatan Banuhampu, Agam -Sumbar, Minggu 30 September 2018.

Bacarotai merupakan tradisi menangkap ikan beramai-ramai dengan menggunakan alat tangguk yang dilakukan di sebuah kolam besar, di Sungai Tanang. Hal ini dilakukan di Tabek Gadang, Jorong Sungai Tanang Gadang.

baca juga: 8 Unit Bangunan Habis Terbakar di Dekat Pasar Maninjau Agam

Kegiatan ini dilakukan selepas subuh dan selesai hingga menjelang siang. Setiap warga atau peserta Bacarotai , dibebaskan membawa tangkapannya pulang tanpa pungutan biaya.

Wali Nagari Sungai Tanang Ferry Nata Kusuma mengatakan, Bacarotai terakhir kali dilakukan di Sungai Tanang pada tahun 2011.

baca juga: Tambah 27 Pasien, Kasus COVID-19 di Agam Tembus 400-an

"Sekarang kita bangkitkan lagi, animo masyarakat sangat besar. Kita taksir sedikitnya mencapai 2 ribuan peserta," ucap Ferry saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF .

Tabek Gadang Sungai Tanang, sebut Ferry, merupakan salah satu kolam terbesar di Kabupaten Agam , panjangnya sekitar 800 meter dan lebar 50 meter dengan titik terdalam mencapai 3 meter. Lokasinya berada di kaki Gunung Singgalang yang sejuk, sekitar 8 kilometer dari pusat kota Bukittinggi.

baca juga: Wali Nagari: Ampang Gadang Berstatus Zona Merah COVID-19

Sebelum kegiatan dimulai, kolam ini secara perlahan disusutkan airnya. Saat airnya sudah berketinggian di bawah satu meter, warga kemudian berhamburan mengepung ikan menggunakan tangguknya untuk menangkap segala jenis ikan air tawar semisal Ikan Mas, Mujair, Nila dan Tawas.

"Jumlah ikannya ada sekitar 3 ton, hanya saja kalau ada yang dapat ikan Koi, harus dikembalikan karena akan kita pindahkan,"beber Ferry.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Agam dan Bukittinggi Terus Bertambah

Wali Nagari mengaku tak ada yang mengetahui kapan tradisi ini dijalankan anak nagari untuk pertamakalinya. Hanya saja, sejak dekade 1950-an tradisi ini sudah ada.

"Ini murni tradisi untuk kegembiraan anak negeri yang mesti kita pertahankan,"pungkasnya.

Pantauan KLIKPOSITIF , Tabek Sungai Tanang memang penuh sesak oleh warga. Pria maupun wanita dari segala umur tampak membaur demi menangkap ikan dengan ukuran yang cukup besar, sementara di pinggir kolam penonton juga menyemut melihat serunya acara. Peserta tak hanya berasal dari Nagari Sungai Tanang, beberapa bahkan berasal dari wilayah sekitar seperti Sungai Pua dan Bukittinggi.

[Hatta Rizal]

Penulis: Rezka Delpiera