Satu Rumah Nelayan di Pesisir Selatan Rusak Berat Diterjang Gelombang Laut

Rumah Syafrinaldi yang rusak berat akibat diterjang gelombang tinggi
Rumah Syafrinaldi yang rusak berat akibat diterjang gelombang tinggi (Istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Satu unit rumah nelayan milik Syafrinaldi (52) kampung Pasar Gompong, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan rusak berat akibat diterjang gelombang laut.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Sabtu 29 September pukul 22.00 WIB malam lalu.

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

Akibat terjangan gelombang tinggi ini, dinding di salah satu sudut rumah Syafrinaldi hancur. Diduga selain itu ada juga fasilitas umum lainnya yang rusak.

"Saat itu cuaca lagi buruk dan tiba-tiba gelombang menerjang rumah kami yang mengakibatkan rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi," katanya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Pencarian Satu Korban Hanyut di Airpura Pessel Hingga Hari Ketiga Belum Membuahkan Hasil

Dengan kondisi seperti, saat ini Syafrinaldi terpaksa mengevakuasi seluruh keluarganya ke rumah saudaranya. Pasalnya, dengan kondisi cuaca saat ini, gelombang tinggi masih berlangsung.

"Ya, terpaksa ngungsi. Sebab, amukan gelombang masih terlihat mengancam. Apalagi rumah kami sudah dirobohkan," terangnya.

baca juga: Paslon 01 Pilkada Pessel Singgung Soal Wisata Halal, Paslon Urut 03 Sebut Hal Ini

Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sumatera Barat merilis. Saat ini ketinggian gelombang laut di sepanjang pesisir pantai Sumbar hingga Bengkulu diprediksi berkisar antara 1 hingga 2,5 meter.

Hal itu disebabkan karena adanya siklon tropis Kong Rey, yang membuat peningkatan kecepatan angin yang bertiup dari arah Barat dan Barat Daya dari 8 hingga 85 knots.

baca juga: 3 Jam Debat Kandidat Putaran Kedua, Ini Hasilnya

Kondisi seperti ini membuat BMKG meminta agar masyarakat yang ada di pinggiran pantai serta pelayaran selalu berhati-hati dengan kondisi terburuk.

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa