18 Negara Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Ilustraai kerusakan fasilitas akibat gempa dan tsunami Palu
Ilustraai kerusakan fasilitas akibat gempa dan tsunami Palu (Net)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah memutuskan untuk menerima bantuan dari luar negeri terkait penanganan bencana gempa bumi dan tsunami yang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018 lalu.

Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo sendiri. Keputusan Jokowi tersebut kemudian juga dibenarkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto.

baca juga: Wali Kota Sebut Rumah ODP COVID-19 di Payakumbuh Akan di Pasang Stiker

Terkait dengan keputusan itu, Wiranto mengatakan bahwa hal itu langsung mendapatkan respon dari negara-negara tetangga. Bahkan menurut dia, saat ini sudah ada 18 negara yang tawarkan bantuan.

"18 negara itu terdiri dari Amerika Serikat, Prancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hungaria, Turki, Uni Eropa, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, New Zealand, Singapura, Thailand, Jepang, India dan China," katanya dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

baca juga: Besok Sirine Tsunami Bakal Berbunyi, BPBD Sumbar : Masyarakat Tak Perlu Cemas

Selain itu, sebut Wiranto, ada pula bantuan dari UNDP dan kelompok organisasi internasional ASEAN.
 
Ia menjelaskan, ada beberapa alasan pemerintah mengenai keputusan menerima bantuan dari luar negeri tersebut.

Menurutnya, keputusan itu tentu berdasarkan satu pertimbangan bahwa Indonesia sudah menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama dengan banyak negara.

baca juga: BNPB Sebut Kondisi Sulteng Kondusif Usai Diguncang Gempa 6,8 SR

Bahkan, lanjut dia, kunjungan Presiden Jokowi ke negara-negara sahabat itu juga dalam rangka menjalin dan mempererat hubungan bilateral maupun multilateral.

"Di sanalah kemudian terjalin satu hubungan yang saling menguntungkan dan membantu. Sehingga pada saat tawaran-tawaran dari negara-negara sahabat untuk membantu penanganan bencana di Palu itu sudah begitu banyak maka tentu kita mengapresiasi bantuan itu," tuturnya.

baca juga: Menunggu Ulang Tahun Tsunami Padang, BNPB Hadang Pakai Pohon

Di sisi lain, ia mengatakan pertimbangan lain Indonesia menerima bantuan dari luar negeri itu adalah karena Indonesia sudah seringkali berikan sumbangan dan bantuan ke negara yang mengalami musibah.

Dalam catatannya sendiri, saat ini Indonesia telah memberikan bantuan musibah yang terjadi di Bangladesh seperti pengungsi Rohingya selanjutnya gempabumi di Nepal, kekeringan di Somalia, dan bantuan untuk Papua Nuginie.

"Artinya soal bantu-membantu merupakan satu tradisi internasional yang perlu kita apresiasi. Maka atas kebutuhan adanya mobilisasi beberapa kebutuhan untuk meringankan saudara-saudara kita di Palu dan sekitarnya maka diputuskan untuk kita menerima bantuan," jelas dia.

Namun, bantuan-bantuan itu akan diarahkan supaya tepat barang, tepat kebutuhan dan tepat waktu, dengan arah pertama adalah negara yang menawarkan, kemudian, negara tertentu yang punya kapasitas sesuai kebutuhan.

Bantuan tersebut, bisa juga berwujud barang, alat, dan keahlian tertentu karena yang terpenting adalah timeframe-nya tepat, tepat waktu datangnya sehingga saat dibutuhkan betul-betul ada nilai gunanya.

"Kemudian saat ini yang dibutuhkan adalah bantuan-bantuan untuk tanggap darurat, bantuan yang langsung untuk masyarakat. Di sini saya mencatat beberapa bantuan yang bisa segera diterima pertama adalah berupa alat angkut udara," paparnya kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa