DPR Minta Pemerintah Skala Operasi Distribusi Bantuan Korban Gempa Palu

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Parlementaria)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Ketua DPR RI Bambang soesatyo meminta pemerintah agar meningkatkan skala operasi bantuan bagi warga Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang terdampak gempa dan tsunami.

Pasalnya, ia mengatakan hingga Sabtu 29 September 2018 malam, masih banyak warga kota Palu yang harus tidur di pinggir jalan tanpa alas dan penutup. Selain itu, banyak pasien juga masih dirawat di ruang terbuka.

baca juga: Andre Rosiade Kirimkan Bantuan untuk Robby, Buruh Bangunan yang Terdampak Covid-19

"Fakta itu membuktikan bahwa warga dan para korban luka sangat membutuhkan tenda dan selimut. Regu penolong hendaknya segera berupaya  menyediakan kebutuhan ini," katanya.

Apalagi, sebut dia warga yang trauma akan gempa susulan belum berani kembali ke rumah. Kemungkinan besar mereka akan terus berada di luar rumah selama beberapa hari ke depan, "Sehingga tenda dan selimut sangat mereka perlukan," ujar Bambang.

baca juga: Awal 2021, Darul Siska Salurkan 800 Paket Sembako di Mentawai

Sementara terkait, kerusakan akibat gempa dan tsunami, ia juga mendorong agar skala operasi bantuan dan pertolongan patut ditingkatkan.

Dengan menggerakan TNI dan Polri yang sangat berpengalaman untuk melaksanakan operasi bantuan seperti itu.

baca juga: Anggota DPRRI Menolak Divaksin, Ini Kata Wali Kota Padang

Karena itu, Panglima TNI dan Kapolri diharapkan bisa mengerahkan lebih banyak prajurit ke lokasi bencana untuk membantu warga, dengan mendirikan tenda-tenda darurat hingga rumah sakit sementara. 

Menurut dia, saat ini kebutuhan yang dirasakan sangat mendesak adalah mendirikan rumah sakit sementara atau darurat, serta menyediakan ruang yang layak untuk menampung anak-anak.

baca juga: Andre Rosiade Bantu Korban Kebakaran di Rimbo Kaluang

"Pekerjaan lainnya yang juga mendesak adalah pemakaman untuk ratusan korban jiwa yang meninggal," dorong legislator Partai Golkar itu.

Ia juga menambahkan, beberapa pekerjaan menjadi tidak mudah dilaksanakan karena kesulitan akses menyalurkan bantuan, ketiadaan daya listrik dan lumpuhnya sarana telekomunikasi. 

"Karena alasan-alasan itulah perlunya meningkatkan skala operasi bantuan bagi warga terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala," pungkasnya kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa