Demi Jadi Polwan, Siswa SD di Bukittinggi Rela Jual Air Mineral di Lampu Merah

Setiap hari, sepulang dari sekolah, ia berdagang di Simpang Bypass Anak Aia Bukittinggi
Setiap hari, sepulang dari sekolah, ia berdagang di Simpang Bypass Anak Aia Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Puja Indriani, siswa Kelas VI SDN 16 Campago Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi -Sumbar terpaksa harus turun ke jalan menjual air mineral agar meringankan beban orang tuanya.

Setiap hari, sepulang dari sekolah, ia berdagang di Simpang Bypass Anak Aia Bukittinggi dan melewatkan masa kanak-kanak demi bekerjakeras.

baca juga: Kapan Pembelajaran Tatap Muka di Bukittinggi Dimulai ? Ini Jawab Dinas Pendidikan

Bocah berusia sekitar 12-13 tahun ini, tinggal bersama keluarganya di Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang atau Belakang Kantor BPJS Bukittinggi .

Puja merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Menurut pengakuannya, ayahnya sudah meninggal dunia. Sementara ibunya, hanyalah seorang tukang cuci sehingga kesulitan membiayai hidup.

baca juga: Ramlan Nurmatias: Membangun Memang dengan Beton, Bukan Tepung

"Sudah 3 bulan saya berdagang, untuk bantu ibu dan mewujudkan cita-cita menjadi Polwan,"ungkapnya, Jumat (5/10).

Tentunya, Puja harus membaur bersama pengamen dan pedagang asongan lainnya di Lampu Merah yang sangat sibuk itu, di bawah terpaan hujan maupun panas.

baca juga: Ini Update COVID-19 di Bukittinggi, Total 20 Kasus Sejak Maret Silam

Puja samasekali tak lelah dan merupakan satu-satunya pedagang wanita. Ia juga paling kecil usianya di kawasan tersebut, sehingga Puja tampak sangat mencolok. "Saya tak malu, sebab lumayan juga hasilnya kendati kadang tak habis,"katanya.

Ia menjual air mineral perbotol dengan harga 4000 ribu rupiah, dalam sehari berjualan ia mengaku bisa menghabiskan sebanyak 1-2 dus.

baca juga: Sudah 4 Hari Gadis Asal Sungai Pua Ini Tak Pulang, Yuk Bantu Mencari

Dalam berdagang, Puja beraksi tiap kali mobil berhenti saat kena lampu merah, dengan menjinjing sebuah plastik berisi beberapa botol air mineral, ia akan berkeliling menawarkan dagangannya ke setiap pengendara.

Pekerjaan yang sangat beresiko sebenarnya, tapi warga asal Pasaman Barat yang sudah lama menetap di Bukittinggi tersebut mengaku tak punya pilihan. "Harus bantu Ibu dan tentunya demi jadi Polwan,"ulangnya sekali lagi.

KLIKPOSITIF mencoba mengkonfirmasi ke pihak SDN 16 Campago Ipuah pada Sabtu 6 Oktober 2018. Dari sana, didapatlah keterangan jika Puja memang merupakan siswa kelas VI.

"Anaknya tergolong cukup pintar, baik dan tidak banyak omong. Ia juga tak pernah terlambat," sebut salah satu guru yang entah kenapa keberatan namanya disebut.

Tentunya, anak sekecil ini harus dibantu demi mewujudkan impiannya.

[Hatta Rizal]

Penulis: Fitria Marlina