Lima Fenomena Langit yang Akan Terjadi di Bulan Oktober

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Setiap bulan akan selalu ada peristiwa langit  yang terjadi, entah itu dapat terlihat dengan jelas atau tidak. Setelah meninggalkan September yang dihiasi oleh fenomena fase Bulan separuh akhir, oposisi Neptunus, konjungsi Bulan dengan Jupiter, fase Bulan separuh awal, hingga konjungsi Bulan dengan Saturnus.

Oktober pun tak kalah dengan peristiwa oposisi langit dan Bulan purnama, berikut ini lima peristiwa langit yang akan terjadi pada bulan Oktober:

baca juga: Masuk Juli 2020, Lima Fenomena Langit Ini Bisa Diamati

1 Konjungsi Bulan dengan Jupiter

Peristiwa langit ini akan terjadi pada 12 Oktober, dua hari setelah fase Bulan baru dan Bulan akan tampak berada di dekat planet Jupiter saat senja. Planet Jupiter diperkirakan akan berada sejauh empat derajat dari Bulan dalam pandangan di langit Bumi.

baca juga: Malam Ini, Bulan, Saturnus dan Jupiter akan Terlihat Sejajar, Fenomena Apa Ini?

Peristiwa konjungsi ini akan membuat Bulan dan Jupiter tampak berdekatan dan wilayah Indonesia dapat melihatnya mulai pukul 6 sore waktu setempat di daerah masing-masing pengamat. Keduanya akan terlihat di cakrawala barat dan bisa diamati selama 2 jam 24 menit.

2. Konjungsi Venus dengan Merkurius

baca juga: Selain Dinihari Tadi, Empat Dentuman Misterius Ini Sempat Gegerkan Indonesia

Jika fenomena konjungsi Bulan dengan salah satu planet di tata surya sudah sering terjadi, kali ini pengamat dapat melihat dua planet tata surya yang tampak berdekatan. Akan terjadi pada 14 Oktober mendatang, pengamat dapat melihat planet Venus dengan Merkurius di ufuk barat pada pukul 6 sore. Venus akan terlihat seperti bintang terang yang tidak berkelip dan 6 derajat di sebelahnya akan terlihat planet Merkurius.

3. Hujan meteor orionid

baca juga: Masuk April 2020, 5 Fenomena Langit Menarik Ini Bisa Diamati di Indonesia

Orionid aktif setiap tahunnya, terlebih pada bulan Oktober. Pada puncaknya, hujan meteor Orionid akan terlihat hingga 20 meteor setiap jam. Akan terjadi pada 21 Oktober, meteor Orionid sendiri berasal dari debris yang ditinggalkan oleh Komet Halley.

Tak perlu menggunakan teleskop, hujan meteor Orionid dapat diamati dengan mata telanjang. Orionid memiliki titik radian di rasi bintang Orion, yang memiliki ciri khas dengan tiga bintang sejajar. Rasi bintang ini akan berada setinggi dua puluh derajat dari ufuk timur pada tengah malam. Pengamat dapat mulai melihat meteor Orionid mulai pukul 12 malam hingga 6 pagi.

4. Fase Bulan Purnama

Bulan purnama kali ini akan terjadi pada 24 Oktober mendatang dan dapat dilihat pada pukul 11:47 malam. Bulan purnama sendiri terjadi ketika Bulan berada di titik oposisi terhadap Matahari, sekitar 180 derajat dari Matahari. Nantinya, Bulan purnama akan berada di depan rasi bintang Pisces tepat setelah Matahari terbenam.

5. Konjungsi Jupiter dengan Merkerius

Rupanya, bulan Oktober kali ini pengamat dapat melihat dua planet tata surya berdekatan sebanyak dua kali. Menutup peristiwa langit  yang akan terjadi di bulan Oktober ini, konjungsi planet Jupiter dengan Merkurius jatuh pada tanggal 30 Oktober. Kedua planet ini akan terlihat sangat rendah di ufuk barat saat Matahari terbenam sekitar mulai pukul 6 sore di ketinggian enam derajat. Konjungsi ini dapat diamati selama 1 jam 30 menit. 

Sumber: suara.com

Penulis: Rezka Delpiera