Selamatkan Ikan Bilih, Pemprov Sumbar Akan Tertibkan Ratusan Bagan di Danau Singkarak

Danau Singkarak
Danau Singkarak (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) melalui tim terpadu Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran serta gabungan stakeholder dari Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar akan melakukan penertiban bagan penangkap ikan di sepanjang danau singkarak . Penertiban ini sebagai salah satu upaya penyelamatan populasi Ikan Bilih di Danau Singkarak .

"Ini upaya kita agar populasinya tetap terjaga. Bagan yang menangkap ikan itu tidak hanya menangkap bilih ukuran besar, namun bilih kecil juga ikut terangkut karena ukuran jaringnya yang rapat. Maka, kita ingin menjaga bilih kecil ini tidak punah maka kita lakukan penertiban terhadap bagan-bagan sepanjang danau singkarak ini," ujar Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sumbar, Zul Aliman saat ditemui di kantor gubernur, Senin (15/10).

baca juga: Pemprov Sumbar Masih Menunggu SK Pjs, Kabiro Organisasi: Idealnya Hari Ini Sudah Dilantik

Disebutkannya, saat ini jumlah bagan penangkap ikan bilih disepanjang Danau Singkarak sudah ratusan. Kira-kira berkisar diangka 435 bagan.

"Ini yang mesti kita tertibkan, jumlah yang ratusan ini mesti ditertibkan agar ikan bilih ini tidak mengalami kepunahan. Apalagi, ikan bilih kecil-kecil yang masih akan terus berkembang," katanya.

baca juga: Lantik Empat Pejabat Eselon II, Gubernur Sumbar: Jangan Kasak-Kusuk

Sebelum melakukan aksi penertiban pada tanggal 22 Oktober nanti, pihaknya sudah mensosialisasikan dan mengkomunikasikan hal ini kepada stakeholder terkait didaerah dan juga warga masyarakat.

"Bahkan, sudah ada pemilik bagan ini yang membongkar bagannya. Ada 40 bagan yang telah dibongkar pemiliknya itu yang ke arah Malalo," ulasnya.

baca juga: Kran Perjalanan Dinas dan Klaster Rumah Bagonjong

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan survei dan pemetaan bagan yang telah dibongkar pemiliknya, sehingga diharapkan sebelum penertiban seluruh bagan yang ada di Danau Singkarak sudah terbongkar semua dan bersih.

"Kita harap Danau Singkarak bersih dari semua bagan penangkap ikan," katanya.

baca juga: Sumbar Hapuskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor, Sekda: Segeralah Bayar Pajak!

Untuk teknisnya penertiban ini, kata Zul pihaknya akan memakai kapal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar mengingat posisi bagan ini berada di tengah danau.

"Kita akan tarik nanti bagan ini ke pinggir dari tengah danau itu," ulasnya.

Selanjutnya, setelah penertiban ini akan dilakukan pengawasan secara lanjutan agar tidak ada lagi bagan-bagan yang berada di danau setelah dilakukan penertiban. Karena, bagan ini sudah beroperasi sejak tiga tahun lalu.

"Untuk itu, kita ingin danau ini bersih dari bagan. Sehingga, Populasi ikan bilih terjaga," tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri mengungkapkan dulu penangkapan ikan bilih disepanjang Danau Singkarak hanya menggunakan alat pancing dan jaring. Tetapi, semakin kedepannya sudah mulai menggunakan bagan. Sehingga, dengan adanya penggunaaan bagan ini membuat masyarakat lain juga ikut-ikutan menggunakan bagan.

"Pengunaan bagan ini berdampak kepada kepunahaan ikan bilih itu sendiri. Bahkan, banyak industri olahan ikan bilih yang tutup. Maka, itu adanya Perda Zonasi ditambah Pergub No 1 tahun 2017 pengunaan bagan sudah dilarang," pungkasnya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Rezka Delpiera