Penumpang Pesawat Ini Dilarang Terbang, Ini Penjelasan Lion Air

Lion Air
Lion Air (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Seorang penumpang Lion Air diturunkan dari pesawat karena mengalami depresi dan berpotensi mengganggu dalam penerbangan. Situasi ini terjadi ketika masih berada di gedung terminal setelah proses pelaporan diri (check-in).

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan keterangan sehubungan layanan penerbangan bernomor JT-615 dengan rute dari Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung (PGK) tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK).

baca juga: Bioavtur Dinilai Jadi Solusi Penurunan Emisi Sektor Transportasi Udara

"Kondisi sudah normal dan penanganan salah penumpang sebelum penerbangan telah dijalankan menurut prosedur dan aturan yang berlaku," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air , Danang Mandala Prihantoro.

Lion Air JT-615 mengudara tepat waktu (on time) sesuai jadwal keberangkatan pukul 19.30 WIB dari Pangkalpinang dan sudah mendarat di Soekarno-Hatta pada 20.23 WIB, Rabu (17/ 10). Dalam penerbangan ini, Lion Air mengoperasikan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang membawa tujuh kru beserta 142 penumpang .

baca juga: Citilink Dinobatkan jadi Maskapai LCC Terbaik Kedua Dunia

Keputusan atas hal tersebut berdasarkan hasil koordinasi serta kerjasama yang baik antara pihak keluarga, dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara, Depati Amir, kepolisian serta petugas keamanan bandar udara (aviation security).

Penanganan IK tidak berdampak terhadap operasional penerbangan Lion Air JT-615. Proses berlangsung kondusif dan satu penumpang dimaksud berlaku koorporatif, untuk selanjutnya segera dilakukan pemeriksaan ulang dan penerbitan surat tidak layak terbang.

baca juga: Posko Tes PCR Swap di BIM Ditiadakan, Penumpang Wajib Bawa Bukti PCR Swab

" Lion Air telah menjelaskan kepada keluarga IK serta mengembalikan (refund) dana dari harga tiket sesuai ketentuan," katanya.

Lion Air menghimbau kepada seluruh pelanggan setia dan masyarakat untuk mengetahui, memahami dan menjalankan segala peraturan guna mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara.

baca juga: Kelelawar Bikin Gaduh dan Memaksa Pesawat Putar Balik, Apa yang Terjadi?

Kondisi kesehatan pada umumnya tidak membutuhkan dokumen surat izin medis, namun untuk beberapa keadaan tertentu mewajibkan setiap pelanggan memiliki surat izin medis sebelum penerbangan dengan menunjukkan dan melampirkan surat keterangan kelaikan terbang (fitness for air travel/ medical information) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Lion Air menginformasikan bahwa penerbangan memiliki aturan sangat ketat (strictly regulated business). Oleh karena itu, melakukan tindakan/perbuatan indisipliner atau unruly/distruptive behavior merupakan salah satu faktor yang mengganggu kenyamanan serta membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan. 

[Cecep Jambak]

Penulis: Agusmanto