Seskab : Kritik Itu Adalah Obat Kuat Bagi Siapapun

Pramono Anung disambut Tari Piring saat tiba di Kampus Universitas Negeri Padang
Pramono Anung disambut Tari Piring saat tiba di Kampus Universitas Negeri Padang (Dindha M/Humas)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Pada bagian lain pidatonya pada Dies Natalis Ke-64 Universitas Negeri Padang , di Auditorium Universitas Negeri Padang , Sumatera Barat, Sabtu (20/10) kemarin, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui, apapun yang telah dicapai oleh pemerintah tetap akan jadi bahan kritikan bagi orang di luar pemerintahan, karena negara, siapapun yang memerintah, tetap harus dikritisi.

“Kita tidak boleh alergi dengan kritik, sekeras apapun kritik itu disampaikan kepada pemerintah, karena kritik itu adalah obat kuat bagi siapapun yang memegang pemerintahan,” kata Seskab, yang dikutip dari laman stkab.go.id.

baca juga: Ada Kasus Positif Covid-19, 600 Pegawai PT Telkom Sumbar Diswab

Ia menjelaskan, pemerintahan yang tidak dikritik biasanya akan menjadi seenaknya, semena-mena, merasa menjadi besar. Dan begitu merasa menjadi besar apalagi menjadi raja-raja di daerah, seperti bupati dan wali kota, lupa menjalankan pemerintahannya secara baik.

Ketika dia (pemerintah, red) tidak menjalankan pemerintahannya secara baik, menurut Seskab, maka yang terjadi adalah makin banyaknya pemimpin daerah yang tersangkut kasus korupsi.

baca juga: H-15 Kemerdekaan RI, Penjual Bendera Mulai Bermunculan

Karena itu, Seskab Pramono Anung menegaskan, pemerintah harus menggunakan kritik untuk memperkuat dirinya.

Ia menunjuk contohn kritik terhadap anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting di Bali, awal bulan Oktober ini. Karena kritik tersebut, menurut Seskab, pemerintah jadi sangat berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

baca juga: Wali Kota Padang Imbau Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Sebulan Penuh

“Bahkan saking berhati-hatinya, mobil-mobil yang dipakai oleh Presiden Bank Dunia, Direktur Utama IMF menggunakan mobil sewaan, karena pemerintah tidak mau mengeluarkan biaya untuk mobil baru,” terang Seskab.

Namun Seskab mengingatkan, kebebasan memberikan kritik dalam perkembangan teknologi harus dijaga, tidak boleh terlalu overdosis. Dan yang paling penting, kritik itu harus berdasarkan fakta. (*)

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Terus Terjadi, Pemko Padang Tetap Laksanakan Salat Idul Adha

Penulis: Iwan R