Pengakuan Waria yang Terjaring Razia di Padang: Uangnya untuk Biaya Kuliah

Tiga waria saat menjalani hukuman di Kantor Satpol PP Padang
Tiga waria saat menjalani hukuman di Kantor Satpol PP Padang (Cecep/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemandangan berbeda terlihat di lapangan Mako Pol PP Padang, Selasa 23 Oktober 2018 siang.
Tiga orang pria berpakaian wanita berlari mengelilingi lapangan yang terdapat di Jalan Tan Malaka tersebut.

Mereka adalah waria yang tengah disanksi sosial oleh Pol PP. Sebelumnya, pada dini hari 02.00 wib, ketiganya diamankan di sekitar kawasan Padang Baru, Kecamatan Padang Utara.

baca juga: Kasus Covid-19 di Padang Meningkat, Satpo PP Turun ke Jalan

Kepada wartawan, KS, (24), satu dari tiga waria tersebut, mengaku berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Padang . Menjalani profesi waria , diakuinya untuk menambah biaya kuliah yang tengah dijalaninya.

"Saya melakukan ini sejak Juli lalu. Uang digunakan untuk tambah biaya kuliah," ungkap KS, yang masih mengenakan rok mini.

baca juga: Realisasi Betonisasi di Padang Capai 27,6 Kilometer di Semester Dua

Diakuinya lagi, tarif yang dipasang untuk pria langganannya tergolong kecil. Satu kali transaksi, katanya minimal Rp50 ribu. Namun, jika pandai merayu, bisa lebih berkali lipat.

"Satu kali transaksi minimal Rp50 ribu, tergantung nego juga," sebut KS, yang tampak berkeringat usai berlari.

baca juga: Sekda Sumbar: LGBT, Stunting dan COVID-19 Bisa Dijadikan Program PKK!

Kasat Pol PP Kota Padang , Yadrison, menambahkan, razia praktik waria memang manjadi atensi bagi Pol PP Padang. Patroli, katanya juga menjadi salah satu langkah meminimalisir praktik itu.

"Yang disayangkan memang masih ada saja yang menjadi pelanggan. Biasanya setelah mereka sepakat transaksi, eksekusinya bisa di bawah pohon, di atas mobil, bahkan di hotel," ungkapnya.

baca juga: Kubus Apung Dipasang Kembali, DLH: Lokasi Ini Lebih Pas

Yadrison berharap, dengan dijatuhkan sanksi sosial, akan berdampak pada psikis yang bersangkutan, sehingga dapat merubah perilakunya.

"Sanksi sosial sengaja diberikan agar mereka malu. Dengan sanksi itu tentunya diharapkan mereka bisa berubah," harapnya.

"Lokasi yang rawan waria ada di kawasan Atom Ceter dan itu sudah disegel. Ada di batu grib Pantai Padang, kafe karoake, dan Bukit Lampu," pungkas Yadrison menambah.

[Cecep Jambak]

Penulis: Rezka Delpiera