Cerita Rekan Kerja Fauzan Azima, Korban Lion Air JT 610 Asal Limapuluh Kota

Fauzan Azima dikenal sebagai sosok pekerja keras
Fauzan Azima dikenal sebagai sosok pekerja keras (Ist)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Meski baru bekerja selama 3,5 tahun di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Satria Iskandar Setiawan dan Rekan (SISCO), karir Fauzan Azima di tempatnya bekerja itu cukup menjanjikan. Karena karirnya yang cukup bagus itu juga, Fauzan akhirnya dipercaya untuk melakukan penilaian terhadap properti dan aset Pertamina di Bangka.

Sayangnya, tugas yang diembankan kepada dirinya itu tidak bisa terlaksana, setelah pesawat Lion Air JT 610 yang ditumpanginya terjatuh di kawasan Tanjung Pakis, Kabupaten Kerawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

baca juga: Ini Inovasi Lapas Suliki Layani Warga Binaan Permasyarakatan

Fauzan Azima sendiri dipastikan menjadi salah satu korban yang meninggal dunia dari bencana tersebut. Jenazahnya berhasil didentifikasi, Sabtu (3/10) dan Minggu (4/10) pagi jenazahnya dikebumikan di tanah kelahirannya, Jorong Balai Man Siro, Kecamatan Guguak VIII Koto, Kabupaten Limapuluh Kota .

Pemakaman pemuda 25 tahun itu, dihadiri olah ratusan pelayat dari sanak famili, Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota , dan juga rekan kerjanya dari KJPP SISCO Jakarta.

baca juga: Menparekraf RI Sandiaga Uno Sambangi Desa Wisata Kreatif Saribu Rumah Gonjong di Lima Puluh Kota

Managing Partner KJPP SISCO, Setiawan yang hadir langsung pada prosesi pemakaman almarhum menyebut, kalau karir Fauzan Azima di tempat bekerjanya itu cukup baik. Meski baru bekerja selama 3,5 tahun, ia sudah mendapat kepercayaan yang cukup besar dari pihak perusahaan.

"Kinerjanya bagus, dia termasuk yang cepat, jadi kalau ikut pendidikan penilaian itu dia selalu lolos. Cuman karena waktu itu pendidikannya masih DIII jadi kita menyarankan untuk lanjut ke S1, karena untuk tim penilai itu nanti pendidikannya S1, harusnya akhir tahun ini selesai (S1-nya)," jelasnya usai pemakaman, Minggu (4/11).

baca juga: Peduli Sesama, Pemuda Talago Guguk Lima Puluh Kota Berbagi Takjil Gratis

Setiawan mengaku, terakhir kali bertemu dengan almarhum, Rabu (24/10). Waktu itu, Fauzan menawarkan kepadanya untuk memperbaiki sepeda motornya yang sudah satu tahun tidak digunakan.

"Bertemu terakhir itu Rabu, dia mengingatkan saya, kebetulan ada motor. Dan karena dia lulusan otomotif, motor saya itu sudah satu tahun tidak digunakan. Jadi diia bilang 'Pak kalau ini lama tidak dipakai rusak nanti, biar Uzan benarin katanya.' Udahlah Zan nanti saja, saya bilang," katanya mencontohkan percakapan terakhirnya dengan korban.

baca juga: Demi Percepatan Pembangunan, Nagari Pangkalan Akan Lakukan Pemekaran

Menurutnya, sebagai anak muda, Fauzan memang dikenal pekerja keras. Dia tidak jarang di kantor sampai malam hari. "Kalau teman-teman bilang dia lucu, jail, dan suka membantu. Anaknya baik dan jadi andalanlah di kantor," pungkasnya.

[Taufik Hidayat Kampai]
 
 

Penulis: Rezka Delpiera