Sering Membantu, Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan Sedunia

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

INTERNASIONAL, KLIKPOSITIF -- Lembaga amal Inggris, Charities Aid Foundation (CAF) menetapkan Indonesia sebagai negara yang paling dermawan sedunia. Hal itu diketahui berdasarkan laporan World Giving Index 2018 yang dikeluarkan oleh lembaga itu, Senin.

Indonesia baru pertama kalinya menempati peringkat teratas dalam hal predikat dermawan. Di tahun sebelumnya, Indonesia berada di peringkat kedua, sedangkan Myanmar di peringkat pertama.

baca juga: Ratusan Pengungsi Rohingya Terombang Ambing di Lautan

Namun, CAF menjelaskan dalam laporannya bahwa, krisis Rohingya yang melanda Myanmar di tahun 2017 lalu telah membuat negara itu turun peringkat.

"Krisis Rohingya telah membuat orang-orang Myanmar kurang rela membantu orang asing, menjadi relawan dan meluangkan waktu untuk membantunya secara cuma-cuma," tulis CAF dalam laporan itu. Negara itu berada di peringkat sembilan soal kedermawanan.

baca juga: Bangladesh Usulkan Zona Aman di Myanmar untuk Pengungsi Rohingya

Tercatat, CAF membagi penilaian kedermawanan masyarakat dalam sebuah negara menjadi tiga indikator. Pertama adalah kesediaan warga membantu orang asing, menyumbangkan uang, dan ketersediaan waktu masyarakat untuk membantu pihak lain.

Dalam laporan itu, Indonesia mendapatkan skor kedermawanan 59 persen dengan indeks keinginan untuk membantu orang asing 46 persen, menyumbangkan uang 78 persen dan ketersediaan waktu untuk membantu 53 persen.

baca juga: Perjalanan Seorang Gadis Rohingya dari Kamp-kamp Pengungsi ke Perguruan Tinggi

Indonesia mendapatkan skor kedermawanan yang sama dengan Australia, namun tingkat ketersediaan masyarakat di negeri Kangguru itu untuk membantu sesama cukup rendah yakni 40 persen.

Di peringkat ketiga disusul oleh Selandia Baru yang mendapatkan skor kedermawanan 58 persen dan Amerika Serikat di peringkat keempat dengan skor 58 persen pula.

baca juga: Pendiri Twitter Dikecam karena Puji Myanmar

* Klik disini untuk melihat laporan lengkapnya

Walau memberi gambaran umum soal tren kedermawanan global, indeks ini tidak bisa menjawab faktor apa yang menjadi pendorong kebaikan atau faktor penghalang yang harus diatasi untuk memperbaikinya.

Tren dunia memperlihatkan bahwa membantu orang tak dikenal adalah jenis kebaikan yang paling umum dilakukan. Negara-negara di Benua Oseania dan Afrika mencatat skor tinggi dalam aspek ini, sementara Eropa memiliki skor paling rendah.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa