PT Hutama Karya Pindahkan Seksi I dari Sumbar ke Riau, Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Dialihkan?

Wagub Sumbar Nasrul Abit
Wagub Sumbar Nasrul Abit (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Persoalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru tak kunjung usai. Informasi baru - baru ini PT Hutama Karya sebagai pelaksana pembangunan jalan tol Padang Pariaman - Pekanbaru akan memindahkan seksi I dari Sumbar ke Pekanbaru karena lambatnya proses pembebasan lahan di Sumbar .

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit membantah isu pengalihan pembangunan tol Padang Pariaman-Pekanbaru seksi I dari awalnya Padang Pariaman-Sicincin menjadi Pekanbaru-Bangkinang.

baca juga: PALAPA: Menuju Sinergi dan Integrasi

Menurutnya, PT Hutama Karya memang punya beberapa proyek di Pekanbaru dan Palembang. "Itu mobilisasi alat menjelang persoalan tanah selesai sebab disini belum terpakai. Insyaallah kembali lagi kesini," ungkap Nasrul Abit , Rabu, 7 November 2018 di Padang.

Dijelaskannya, proses pembebasan lahan sedang berjalan dan soal appraisal sudah selesai di pengadilan Padang Pariaman. Dari 80 orang pemilik lahan pada rute sepanjang 27 kilometer itu, 30 orang diantaranya telah menyetujui harga yang ditetapkan tim appraisal.

baca juga: Tekan Angka Pengangguran, Dinas Tenaga Kerja Pasbar Kukuhkan Klinik Produktivitas

"Kemarin satkernya ketemu saya dan tidak ada memberi tahu soal pengalihan. Pemerintah tidak akan gegabah memindahkan, persoalan tanah akan segera terselesaikan," ujarnya.

Untuk diketahui, sejak dilaunching ground breakingnya oleh Presiden Jokowi pada Februari lalu, pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) tersebut jalan ditempat karena pembebasan lahan belum selesai.

baca juga: Tak Mau Disanksi Kerja Sosial, Seorang Pelanggar Perda AKB di Tanah Datar Pilih Bayar Denda

Jalan Tol Padang-Pekanbaru membentang sepanjang 254,8 kilometer dari Padang, menuju Bukittinggi, hingga berakhir di Pekanbaru, Provinsi Riau. Pembangunan jalan tol ini dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Hutama Karya (Persero). Biaya investasi pembangunan ini diperkirakan mencapai Rp. 78,09 Triliun dengan target penyelesaian selama lima tahun (2018-2023).

Dana utuk pembayaran pembebasan lahan jalan, kata Basuki, menggunakan dana talangan dari PT Hutama Karya sebagai Badan Usaha Jalan Tol yang ditugaskan Pemerintah untuk membangun sejumlah ruas Tol Trans Sumatera

baca juga: Sering Muncul di Televisi Jadi Alasan Warga Ini Pilih Nasrul Abit

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Rezka Delpiera