Wagub Sumbar Setuju LGBT Dihukum Secara Adat

Wagub Sumbar, Nasrul Abit.
Wagub Sumbar, Nasrul Abit. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya memerangi prilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender ( LGBT ) di daerah tersebut. Sebagai daerah yang menjunjung tinggi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, beberapa daerah di Sumbar ada yang mengancam pelaku LGBT dengan hukum adat.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengaku setuju dengan sanksi adat yang diberikan daerah sesuai kearifan lokal daerah masing-masing. Seperti di Kota Pariaman, pelaku LGBT akan disanksi membayar denda semen hingga kerbau.

baca juga: Bawa Sabu, Seorang Pria Ditangkap di Depan Mapolres Pariaman

"Paling penting subtansi dari hukuman atau sanksi itu efek jeranya terpenuhi," tegasnya, Kamis 8 November 2018 di Padang.

Menurutnya, gerakan memerangi LGBT secara massal akan dilakukan dan dimotori Pemprov Sumbar . Di Payakumbuh sudah memulai deklarasi menolak dan memerangi LGBT . "Kita akan kumpul dengan semua stakeholder dan memerangi secara massal sesuai dengan kapasitas masing-masing," katanya.

baca juga: Proses Verifikasi Faktual Pilkada di Pessel Berjalan Lancar

Nasrul Abit meminta walinagari dan suruh tokoh di Nagari tegas dalam soal LGBT , apakah itu dalam memberikan sanksi maupun dalam sosialisasi kepada anak kemenakan. "Cek warga, kalau ada yang mengarah ke prilaku menyimpang tersebut beri pemahaman," ujarnya.

Ditambahkannya, Pemprov Sumbar juga berencana akan memberikan sosialisasi bahaya LGBT yang berujung HIV AIDS kepada pemilik-pemilik salon di Sumbar .

baca juga: Pantai SUTA Kampung Pandan, Objek Wisata 90-an yang Kini Hadir Kembali

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto