Pasaman Barat Digenangi Banjir Setinggi Satu Meter

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

PASAMAN BARAT , KLIKPOSITIF - Hujan yang masih cukup tinggi melanda dibeberapa daerah Kabupaten Pasaman Barat -Sumbar. Hal itu mengakibatkan jalan menuju Kantor Camat Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat digenangi air setinggi 1 meter.

"Benar, air sudah bergerak naik sejak sekitar jam 15.00 Wib sore tadi," kata Kabag Humas Pasaman Barat , Yosmar Difia, Kamis 8 November 2018 malam.

baca juga: Polda Sumbar Sebut Perwira Polisi Pengemudi Pajero Sport Diperiksa Sebagai Tersangka

Yosmar menjelaskan, dirinya dapat informasi sekira pukul 22.00 Wib dari Camat Sasak Ranah Pasisia. Ada 5 kejorongan yang sudah direndam air, diantaranya Jorong Rantau Panjang, Jorong Pasa Lamo, Jorong Padang Halaban, Jorong Pondok.

"Sebagian warga di Jorong Rantau Panjang dan Jorong Padang Halaban sudah mulai mengungsi sejak sore tadi dan sebagian lagi tidak mau mengungsi karena mereka berpatokan terhadap hari yang mulai cerah," jelasnya.

baca juga: Kata Penasehat Hukum Indra Catri Terkait Penetapan Tersangka

Namun menjelang maghrib air tiba-tiba naik begitu cepat, sehingga warga yang hendak mengungsi tidak bisa keluar lagi. Karena air sudah setinggi 1 meter diatas bahu jalan.

Luapan air berasal dari Sungai Batang Alin, Batang Kapa dan Batang Saman. Luapan air ini dipicu tingginya curah hujan pada Rabu siang hingga Kamis malam," terangnya.

baca juga: PT Agrowiratama Serahkan Dua Ekor Sapi untuk Masyarakat dan Karyawan Saat Idul Adha

"Tim Gabungan dari BPBD sudah bergerak, namun hingga saat ini kita belum mendapat informasi," ungkap Yosmar.

"Kami menghimbau agar warga tetap waspada karena saat ini cuaca tidak menentu dan banjir bisa datang secara tiba-tiba. Segera mengungsi ketempat yang aman dan selamat kan barang-barang berharga," katanya.

baca juga: Polda Sumbar Belum Lakukan Penahanan Terhadap Indra Catri dan Martias Wanto

Secra terpisah, Sayuti (45) Tahun warga Taluak Pagang Jorong Rantau Panjang kepada KLIKPOSITF melalui telepon Jumat (9/11) dini hari membenarkan. "Ya, Air mulai bergerak naik dan saat ini air sudah setinggi satu meter dibahu jalan menuju kantor camat," tuturnya.

Kami sudah tidak bisa keluar dari sini dan begitu juga sebaliknya warga yang sempat keluar tidak bisa kembali kesini untuk pulang kerumahnya. Sebab segala akses jalan transportasi sudah digenangi air.

"Hingga saat ini warga siaga dan siap-siap mengungsi jika debit air bertambah naik. Warga semakin khawatir dan hanya bisa bertahan dirumah-rumah yang tidak terjangkau air dan lokasi yang tinggi," kata Sayuti.

Sementara Camat Sasak belum bisa memberikan tanggapan hingga saat ini.

[Irfan]

Penulis: Fitria Marlina