Ratusan Tetua Silat Sumbar dan Malaysia Berkumpul di Payakumbuh

Seremonial acara Payakumbuh Alek Silek, tempat berkumpulnya tetua silat di Sumatera Barat dan Malaysia
Seremonial acara Payakumbuh Alek Silek, tempat berkumpulnya tetua silat di Sumatera Barat dan Malaysia (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat Kampai)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Ratusan tuo-tuo silek (tetua silat ) Minangkabau berkumpul di Rumah Gadang Salo, Kelurahan Limbukan, Payakumbuh Selatan untuk mengikuti Payakumbuh Alek Silek, 12-13 November 2018.

Para tetua yang mayoritas menggunakan seragam berwarna hitam itu berasal dari lima kabupaten kota Sumbar serta perwakilan dari Malaysia dan Bandung.

baca juga: Pemko Payakumbuh Lakukan Seleksi Terbuka untuk Tiga Jabatan Kepala OPD

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatera Barat Nurmatias menyebut, melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengembalikan budaya silek selaku budaya asli Ranah Minang.

"Kepada tuo-tuo silek kami harapkan untuk bisa meninggalkan ilmu mereka untuk generasi muda karena silek saat ini peminatnya sudah cukup berkurang. Jangan sampai anak muda nantinya salah langkah," katanya, Senin 12 November 2018.

baca juga: Riza Falepi Ingatkan ASN Pemko Payakumbuh untuk Jaga Netralitas di Pilkada

Menurut dia, kebudayaan merupakan salah satu keunggulan utama yang dimiliki Indonesia dibandingkan negara-negara lain di dunia.

"Yang kita banggakan itu budaya. Dengan budaya Indonesia bisa menjadi yang nomor satu karena kekayaan budaya kita tidak pernah kalah dari budaya negara lain," ulasnya.

baca juga: Wako Payakumbuh Minta Pelaksanaan Pilkada Patuhi Maklumat Kapolri

Sementara itu Ketua Perkumpulan Tuo-Tuo Silek Minangkabau, Datuak Katumangguangan memastikan, silek Minangkabau tidak akan pernah hilang di tengah-tengah masyarakat selama niniak mamak atau penghulu masih ada di Ranah Minang.

"Silek tidak akan pernah hilang di Minangkabau selama masih ada niniak mamak dan penghulu," jelasnya.

baca juga: Loka POM Payakumbuh Telah Laporkan 18 Toko Online yang Merugikan Konsumen

Ia menerangkan, silek harus dibedakan dengan silat . Karena silek adalah budaya asli Minangkabau. "Dalam basilek tidak ada yang saling bersentuhan. Kalau kata orang-orang dahulu, jajak ditikam mati juo," terangnya.

Sedangkan Ketua DPRD Kota Payakumbuh , YB Datuak Parmato Alam menyebut, esensi dari kegiatan ini adalah bagaimana menumbuh kembangkan budaya silek di tengah-tengah masyarakat.

"Esensinya adalah mambangkik batang tarandam silek tradisional di setiap nagari. Kami dari DPRD akan berusaha menganggarkan dana untuk pengembangn ini. Karena itu perlu dilakukan inventarisasi silek-silek tradisional di Kenagarian supaya ini teroganisir," papar dia.

Di sisi lain Sekretaris Kota Payakumbuh , Amriul Datuak Karayiang menerangkan, melalui Payakumbuh Alek Silek ini ia berharap perkembangan silek tradisi akan semakin baik.

"Kalau sekarang surau tuo-tuo ini dimana? Sekarang sudah mulai hilang karena itu perlu pengembangan," terangnya.

Untuk Payakumbuh Alek Silek ini, sebanyak 164 lebih pandeka silek ikut ambil bagian. Untuk yang akan dipertandingkan adalah peserta dari seluruh Sumbar. Sedangkan untuk peserta dari luar negeri dan derah lain sifatnya adalah eksebisi.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa