Unand Dapat Bantuan Kandang Modern untuk 20 Ribu Ekor Ayam

Seorang petugas sedang memantau perkembangan ayam ternak di kandang modern Universitas Andalas
Seorang petugas sedang memantau perkembangan ayam ternak di kandang modern Universitas Andalas (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Universitas Andalas mendapatkan bantuan kandang modern yang berkapasitas 20 ribu ekor ayam peternak atau ayam potong . Bantuan kandang tersebut diberikan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia.

Setelah dibangun, kandang modern ini telah melakukan ujicoba satu kali panen dengan keberhasilan yang cukup baik. Selama 27 hari perawatan hingga panen tingkat kematian hanya 0,95 persen.

baca juga: Andre Rosiade Bagikan Puluhan Ribu Masker Medis untuk RSUP M Djamil, RS Unand dan SPH

Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Thomas Effendy mengatakan, pemberian bantuan tersebut dilakukan karena Indonesia punya banyak akademisi yang berpotensi dalam mengembangkan ayam broiler sehingga menjadi produk yang bernilai tinggi.

Hanya saja, menurut dia, faktor keterbatasan fasilitas dan teknologi menjadi kendala bagi mereka melakukan penelitian menjadi kendala.

baca juga: Andre Rosiade Serahkan 15 Ribu Alat Tes Swab

"Kandang modren ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi akademisi mengembangkan ilmu pengetahuan soal ayam potong sehingga bernilai ekonomis dan bisa diterapkan ditengah masyarakat," katanya di kampus Unand , Limau Manis, Kota Padang, Kamis 22 November 2018.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia harus punya daya saing tinggi mengembangkan peternakan ayam potong jumlah besar.

baca juga: Pengamat Politik Unand Perkirakan Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Rendah, Ini Penyebabnya

Untuk mencapai itu dalam pengembangannya harus ada kemitraan sebagai penjamin bisnis tersebut agar tidak terjadi permainan harga. Sehingga bisnis ayam potong bisa berkembang.

"Kita juga harus punya rumah potong sehingga bisnis ini berjalan dengan baik," ujar dia.

baca juga: Mantan Rektor Universitas Andalas Musliar Kasim Sembuh dari COVID-19

Dia berharap kedepan closed house yang dihibahkan tersebut menjadi tempat pembelajaran sehingga melahirkan produk baru dan penelitian baru.

Sementara Sekretaris Ditjen Pembangunan Daerah Tertentu Kemendes PDTT, Aisyah Gamawati menjelaskan, closed house yang ada bisa membantu program Kementerian Desa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan, Dana Desa boleh digunakan untuk pengembangan peternakan ayam potong di Desa/Nagari. Masuk dalam anggaran pemberdayaan yang menjadi prioritas, sebab 4 tahun belakangan DD telah terfokus terhadap infrastruktur.

"Itu Intruksi langsung dari Pak Presiden. Nanti setelah lahir peternak tangguh dan siap tempur bisa mengabdikan diri di Desa/Nagari untuk mengembangkan ayam potong ini. DD boleh dianggarkan untuk peternakan ayam potong ini," papar dia.

Sementara Rektor Universitas Andalas Prof Tafdil Husni mengatakan, closed house akan menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa dan akademisi Unand .

Di sisi lain Dekan Fakultas Peternakan Unand James Hellyward menyebutkan, closed house nanti tidak akan terputus sampai pada ayam potong saja.

"Kami akan pelajari bagaimana masuk ayam keluar naget, sosis dan bentuk lain. Disini nanti juga akan melahirkan wirausaha dalam bidang peternakan ," ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Staf Ahli bidang ekonomi dan pembangunan Pemprov Sumbar M. Yani dan Ketua Forum Bumdes, Febby Dt Bangso.

Untuk diketahui tahun ini ada beberapa universitas yang diberi hibah closed house diantaranya Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Jendral Soedirman Purwokerto dan Unand Padang dan awal Desember nanti akan diserahkan kepada Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa