Imigrasi Kelas II Agam Ungkap Hal Ini Terkait WNA di Limapuluh Kota

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Adanya informasi keberadaan Warga Negara Asing ( WNA ) yang diduga asal Tiongkok (Cina) di di Jorong Pua Data, Limapuluh Kota, sebelum marak di beritakan dan juga heboh di media sosial ternyata telah di ketahui oleh pihak Imigrasi Kelas II Non TPI Agam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasub Seksi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam disela-sela persiapan mereka menuju lokasi bekas tambang emas didaerah itu.

baca juga: Diminta Moeldoko untuk yang Pertama Disuntik Vaksin , Ini Jawaban AA Gym

"Informasi keberadaan WNA ini sebelumnya sudah diketahui, tapi pihak Imigrasi menunggu sambil mengumpulkan bahan yang kuat, kemudian baru terjun ke Lapangan melakukan penindakan," kata Deny Haryadi didampingi Fajar Adiguna, Kasub Seksi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, di Limapuluh Kota, Selasa (27/11).

BACA JUGA:  Proyek Geothermal Ramah Lingkungan, Kadis ESDM Sumbar: Masyarakat Jangan Terpengaruh Isu

baca juga: KPU Akan Datangi Pasien Covid untuk Pilkada, Ahli Sebut Memperburuk Keadaan

Ia menambahkan, ternyata sebelum waktunya, informasi tersebut sudah beredar ditengah masyarakat, makanya sekarang langsung terjun ke Lapangan. Kalau seandainya terbukti, kita langsung tangkap dan proses langsung.

BACA JUGA:  Dugaan WNA di Tambang Emas Limapuluh Kota, Kapolres dan ESDM Sumbar Jelaskan Hal Ini

baca juga: Meski Pernah di Hina, Gus Miftah Doakan Maaher At-thuwailibi yang Kini Jadi Tersangka

"Nanti pemeriksaannya tentu di Imigrasi dan kalau terbukti ilegal akan dideportasi langsung," tegasnya.

Sehubungan dengan itu, saat ini pihak terkait masih menuju lokasi tambang emas yang juga didampingi oleh pihak terkait lainnya seperti Tim Intel Korem 032/Wbr, Kejaksaan, Kesbangpol Limapuluh Kota, dan Disnaker Limapuluh Kota.

baca juga: Jadi Tersangka karena Hina Habib, Maaher At-Thuwailibi Bisa Kena Denda Rp 1 Miliar

Hingga berita ini diturunkan pihak terkait masih dalam perjalanan menuju lokasi tambang tersebut. (Ade Suhendra)

Penulis: Eko Fajri