Divestasi Saham Freeport Ditarget Selesai Sebelum Akhir Tahun

Rapat Terbatas antara Presiden dan kabinetnya soal divestasi Freeport
Rapat Terbatas antara Presiden dan kabinetnya soal divestasi Freeport (Setkab)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah menargetkan proses divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia bisa selesai sebelum akhir tahun 2018. Hal itu diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Ia mengaku sejauh ini ada beberapa proses yang telah diselesaikan, di antaranya, di bulan September yang lalu sudah ditandatangani Divestment Agreement, Sales and Purchase Agreement, dan Subscription Agreement.

baca juga: Mantan Menteri ESDM Bongkar Pertemuan Jokowi dengan Bos Freeport

"Saya juga mengikuti bahwa ada beberapa tahap lanjutan yang masih perlu penyelesaian yang perlu dipercepat," katanya pada Rapat Terbatas Percepatan Pelaksanaan Divestasi PT Freeport Indonesia Kamis (29/11) siang.

Dikutip dari laman resmi Sektetariat Kabinet, ia meminta laporan mengenai perkembangan beberapa masalah yang masih perlu segera dituntaskan, seperti penyelesaian isu lingkungan, masalah limbah, dan masalah tailing.

baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Pemda Papua Dapat 10 Persen Saham Freeport

Selain itu, juga isu perubahan kontrak karya menjadi IUPK, kemudian kepemilikan saham pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Timika, dan juga hal-hal yang terkait dengan jaminan fiskal, perpajakan, royalti, stabilitas investasi.

"Saya minta semua tahapan proses Divestasi itu bisa diselesaikan dan sudah final kita harapkan sebelum akhir tahun 2018 ini, semuanya rampung," ucap Jokowi.

baca juga: Dapat 10 Persen Saham Freeport, Gubernur Papua: Jangan Ada Orang Lain

Jokowi menegaskan, proses divestasi PT Freeport adalah sebuah langkah besar untuk mengembalikan mayoritas kepemilikan sumber daya alam yang sangat strategis.

"Akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, utamanya rakyat Papua," tambahnya kemudian.(*)

baca juga: Resmi Dikuasai Inalum, Ini Komentar Bos Freeport

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa