Dua Kali Coba Menembus, Timpora Berhasil Jangkau Lokasi Tambang di Limapuluh Kota

Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam Dani Cahyadi berhasil menemukan lokasi tambang emas yang diduga sebagai tempat Warga Negara Asing (WNA)
Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam Dani Cahyadi berhasil menemukan lokasi tambang emas yang diduga sebagai tempat Warga Negara Asing (WNA) (KLIKPOSITIF)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam Dani Cahyadi berhasil menemukan lokasi tambang emas yang diduga sebagai tempat Warga Negara Asing (WNA). Penemuan ini dilakukan pada Kamis 29 November 2018 setelah sebelumnya beredar kabar adanya WNA yang melakukan kegiatan tambang di daerah Kabupaten Limapuluh Kota .

Dani Cahyadi didampingi Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Deny Haryadi mengatakan TIMPORA yang merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan Kesbangpol turun ke daerah Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh karena ingin menindaklanjuti indikasi bahwa adanya tempat orang asing melakukan penambangan ilegal. Ia mengatakan setelah sempat viral di media dan sosial media, TIMPORA langsung turun ke lapangan untuk memastikan hal tersebut.

baca juga: Andre Rosiade Beri Motivasi Puluhan Pelaku UMKM di Limapuluh Kota

"Beberapa hari lalu, tim dipimpin oleh Kasi Inteldakim Deny Haryadi bersama Kasubsi Waskim Fajar Adiguna telah melakukan peninjauan ke lokasi, Selasa 27 November 2018 lalu. Tapi dalam kesempatan tersebut tidak dapat langsung menuju lokasi tambang yang memang sangat jauh ke dalam hutan dan harus melalui medan yang cukup berat," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam.

Namun di hari kedua dilakukannya peninjauan ke lokasi tambang, TIMPORA yang dipimpin langsung olehnya dapat mencapai lokasi tambang emas tersebut. Ia menjelaskan di lokasi tambang yang telah kosong ini, timnya menemukan sebuah camp dengan beberapa alat tambang yang menurutnya bukan milik masyarakat sekitar.

baca juga: Serka Silvi, Kowal Asal Payakumbuh Ini Jadi Pasukan Perdamaian PBB

"Di lokasi, tim kami menemukan alat yang tidak sesuai dimiliki oleh masyarakat lokal seperti genset, kulkas, dan pemecah batu. Sehingga dugaannya lokasi tambang merupakan lokasi yang digunakan oleh WNA ini," kata Dani Cahyadi kepada KLIKPOSITIF yang juga turut serta bersama TIMPORA menuju lokasi tambang.

Hingga saat ini, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam menegaskan pihaknya masih menunggu informasi dari Imigrasi pusat terkait keberadaan dan identitas dari WNA yang telah menggemparkan Kabupaten Limapuluh Kota . Ia pun juga belum dapat memastikan terkait kartu identitas atau passport yang digunakan WNA tersebut untuk datang ke Indonesia, khususnya ke Kabupaten Limapuluh Kota .

baca juga: Mantan Pelatih Timnas Indonesia Seleksi Ratusan Pemain Muda Payakumbuh dan Limapuluh Kota

"Terkait KITAS nya, kami belum dapat mengetahui karena belum memiliki data secara pasti baik itu tujuannya datang sebagai pekerja atau visa kunjungan biasa. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan pusat hingga stakeholders terkait untuk mencari informasi tentang WNA ini," ujarnya.

Keberhasilan TIMPORA menjangkau lokasi tambang yang diduga menjadi tempat tambang WNA asal Tiongkok tersebut juga diikuti oleh Tim Imigrasi lainnya seperti Kasubsi Doklan Rahman Antoni, Kasubsi Statuskim Azanul Fajri, Kasubsi TIK Said Basri, JFU Riki Hidayat dan Nusya Fitri. Kemudian Intel Polres 50 Kota Aulia, Tim Penyiap Data Intelijen Kejaksaan Negeri Payakumbuh Indra Sudian, dan Staff Bidang Kewaspadaan Kesbangpol 50 Kota Fauzi.

baca juga: Residivis "Edi Cotok" Dibekuk Polres Lima Puluh Kota, Satu Temannya Lari ke Hutan

Lokasi tambang ini sendiri terletak di Jorong Pua Data, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota . Sedangkan untuk status lokasi tambang berada di Hutan Suaka Alam Wisata.

[Ade Suhendra]

Penulis: Fitria Marlina