Proyek Geothermal di Solok, Kadis ESDM Sumbar: Masyarakat akan Sejahtera

Geothermal di Muaro Labuah
Geothermal di Muaro Labuah (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan tetap mendukung eksplorasi geothermal oleh PT Hitay Daya Energi di Gunung Talang-Bukitkili, Kabupaten Solok -Sumbar karena memiliki banyak manfaat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Banyak keuntungan bagi masyarakat setempat dengan adanya proyek ini. Daerah juga mendapatkan tambahan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ). Karena itu kita tetap mendukung," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar Heri Martinus di Padang, Senin.

baca juga: Yulfadri Nurdin Siap Tantang Epyardi Asda di Pilkada Solok

Menurutnya, dengan kapasitas pengeboran hingga 20 Mwe dan investasi sekitar 1 juta US Dollar atau setara Rp1 triliun, tambahan PAD bagi daerah bisa mencapai angka miliaran dari bonus produksi. Belum lagi keuntungan yang diterima langsung oleh masyarakat sekitar melalui program CSR dan tidak harus menunggu produksi.

Saat proses dimulai, kegiatan infrastruktur konstruksi sudah bisa dilakukan, seperti merenovasi masjid, sekolah dan jalan serta jembatan. Bantuan untuk kegiatan pendidikan seperti beasiswa juga akan diterima oleh masyarakat sekitar, demikian juga bantuan untuk program sosial nagari seperti safari Ramadhan dan renovasi rumah.

baca juga: Hari Ini Kabupaten Solok Tambah 7 Kasus Baru COVID-19, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

Selain itu, akan ada penyerapan tenaga kerja langsung non skill dan skill medium selama konstruksi dan eksplorasi. Multiplier effect perekonomian atas operasi panas bumi, misalnya penyerapan bahan pangan untuk konsumsi pekerja, dapat menjadi penggerak perekonomian pertanian masyarakat sekitar, kontraktor lokal nagari atau kecamatan.

"Segudang keuntungan itu juga bukan pertaruhan. Tidak ada yang dipertaruhkan oleh masyarakat karena panas bumi merupakan sumber energi yang bersih. Pemanfaatannya menggunakan uap di dalam perut bumi dan air bersih. Hasil pembangkit pun akan disuntikkan kembali ke kedalaman bumi untuk menjaga kandungan air tanah," katanya.

baca juga: Gusmal Daftarkan Diri ke Poros Baru, Representasi Solok Raya?

Kekhawatiran masyarakat akan menghilangnya air tanah hingga lahan pertanian menjadi terganggu, menurutnya tidak akan terjadi. Pemprov Sumbar, menurutnya, telah mengundang pakar panas bumi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) untuk menjelaskan hal itu.

Karena itu, Heri sendiri tidak habis pikir mengapa masih saja ada pihak-pihak yang menolak eksplorasi ramah lingkungan itu. "Kita berharap, masyarakat Solok terutama yang menolak bisa terbuka fikirannya agar eksplorasi bisa dilanjutkan," ujarnya.

baca juga: Kasus COVID-19 Naik Drastis di Kabupaten Solok, Lima Hari 6 Kasus Baru

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan APBD dan dana pembantuan APBN saja. Butuh dukungan anggaran dari pihak swasta untuk pembangunan daerah. Dia meminta masyarakat memahami hal itu agar perekonomian Sumbar bisa lebih maju ke depan. (*)

Penulis: Agusmanto