9 Terpidana Mati Dipindah ke Nusakambangan, Rencana Eksekusi Mati Jilid IV?

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Kejaksaan Agung RI angkat bicara soal pemindahan 63 narapidana ke Lapas Nusakambangan , Cilacap, Jawa Tengah. Sembilan di antaranya adalah terpidana napi kasus narkotika. Hanya saja, Kejagung belum memastikan terkait eksekuti mati jilid IV.

"Saya belum tahu (soal pemindahan), belum ada agenda itu (eksekusi mati)," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad ditemui seperti dilansir Suara.com jaringan KLIKPOSITIF dari Antara, usai Rapat Koordinasi Nasional Sentra Gakkumdu di Jakarta, Rabu (5/12/2018) malam.

baca juga: Prihatinan, Pemerintah Ungkap Puluhan Ribu Pasangan Muda Menikah Dampak dari Pandemi

Sebanyak 63 narapidana penghuni Lapas Gunungsindur, Bogor, dipindah ke Nusakambangan , Cilacap. Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya merupakan narapidana kasus narkotika dan 34 lainnya napi tindak pidana terorisme. Dari puluhan napi itu, sembilan di antaranya merupakan napi kasus narkotika yang divonis mati.

Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah Heni Yuwono mengatakan, pemindahan sembilan terpidana mati ke Pulau Nusakambangan tidak terkait dengan pelaksanaan eksekusi mati pelaku tindak pidana kasus penyalahgunaan narkotika itu.

baca juga: Genap Berusia 40 Tahun, Selamat Ulang Tahun Semen Padang FC

"Pemindahan ini berkaitan dengan peningkatan pembinaan saja," kata Yeni di Semarang, Sabtu (2/12/2018).

Menurut Yeni, pelaksanaan eksekusi mati merupakan ranah Kejaksaan Agung dalam pelaksanaannya.

baca juga: Besok Rizieq Shihab Akan Diperiksa Polisi, Belum Tahu Datang atau Tidak

"Kapan mereka dieksekusi, itu kewenangan kejaksaan. Karena mereka ini terpidana mati maka peningkatan pembinaan itu juga penting," kata dia.

Yeni menuturkan, Lapas Nusakambangan didesain memang untuk narapidana kelas kakap, tempat ini diharapkan bisa memutus mata rantai kejahatannya.

baca juga: Wagub DKI Positif Corona, Gedung Balai Kota Blok B Ditutup Sementara

"Kami harap bisa memutus mata rantai dengan dipindah ke Nusakambangan ," imbuh dia. (*)

Penulis: Eko Fajri