Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Limapuluh Kota Catatkan Rekor MURI

Pencatatan rekor MURI dalamálomba menghias burger rendang oleh penyandang disabilitas terbanyak.
Pencatatan rekor MURI dalam lomba menghias burger rendang oleh penyandang disabilitas terbanyak. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat Kampai)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Sebanyak 555 penyandang disabilitas se-Sumater Barat masuk catatan Museum Rekor Indonesia ( MURI ) dalam kegiatan lomba menghias burger rendang oleh penyandang disabilitas terbanyak. Pencatatan rekor MURI itu dilaksanakan di Aula Gedung Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Minggu (9/12).

Pencatatan rekor MURI tersebut adalah rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat Sumbar yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota . Sebelum mencatatkan rekor MURI , penyandang disabilitas dari seluruh Sumbar itu terlebih dahulu melakukan konvoi menggunakan mobil off road di kawasan Limapuluh Kota .

baca juga: Tinjau Alat Peringatan Dini Gempa, Ini Pesan Bupati Irfendi Arbi

Bupati Limapuluh Kota , Irfendi Arbi menyebut, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menegaskan lagi kepada non-disabilitas bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan dan keunggulan tersendiri dalam bidangnya.

"Karena itu, penyandang disabilitas tetap harus memiliki hak yang sama dengan kita-kita yang non-disabilitas," kata Irfendi.

baca juga: "Camping Menggulai Kambing" Cara Pemuda Kayu Kolek Pulihkan Kembali Pariwisata

Dikatakannya, untuk Pemkab Limapuluh Kota sendiri, pihaknya terus berupaya menyiapkan fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas di daerahnya. Salah satu program kementerian yang saat ini difokuskan adalah bebas pasung.

"Di Pemkab ada program Sapa Warga, melalui program ini kami langsung menyapa warga di lapangan dan juga mensosialisasikan Limapuluh Kota bebas pasung," ujarnya.

baca juga: Booming Sepeda Sanki di Payakumbuh, Minions Rider Restorasi Sepeda Jadul Jadi Trendi

Untuk tema yang diangkat pada peringatan Hari Disabilitas Internasional kali ini adalah 'kami sama, kamipun bisa'. Melalui slogan itu diharapkan masyarakat bisa memahami hak-hak disabilitas sama halnya dengan non-disabilitas.

Sementara itu, perwakilan MURI , Anton menyebut, pihaknya sudah melakukan pencatatan atas keberhasilan Pemkab Limapuluh Kota bersama penyandang disabilitas mencatatkan rekor MURI dan hal itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

baca juga: Alasan Keselamatan, Belajar Tatap Muka di Lima Puluh Kota Diundur

"Sebelumnya panitia menyampaikan bakal ada 500 peserta, tadi setelah kami hitung ternyata ada 555 butir rendang. Dan kami mensahkannya sebagai pencatatan rekor baru, bukan hanya rekor Indonesia, tapi juga dunia," pungkasnya.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Agusmanto