Sepanjang 2018, Kejari Pasaman Tangani 4 Kasus Korupsi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PASAMAN , KLIKPOSITIF -- Kejaksaan Negeri Pasaman menangani empat kasus dugaan korupsi di Kabupaten Pasaman , Sumbar selama tahun 2018. Empat kasus itu disampaikan ke publik saat peringatan Hari Anti Korupsi Internasional.

Satu kasus telah divonis Pengadilan Negeri Tipikor Padang. Kasus tersebut melibatkan empat orang tersangka yang 3 orang diantaranya merupakan ASN dan 1 kontraktor.

baca juga: Tidak Boleh Menangani Perkara, Novel: Perjuangan Anti Korups Seperti Dimusihi di Negeri Sendiri

Keempatnya ditahan atas kasus korupsi proyek peningkatan jalan Pintu Padang-Betung Busuk Kecamatan Mapattunggul tahun anggaran 2016 dengan pagi dana RpRp3 Miliar.

Tiga orang ASN tersebut adalah SLN (43), DS (44), dan DN (39), mereka mendapatkan hukuman masing-masing 1,6 tahun. Sedangkan untuk kontraktor yang berinisial LJG (47) divonis 5 tahun tambah uang pengganti 196 juta atau subsider 1 tahun penjara.

baca juga: Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk Terancam 20 Tahun Penjara

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Pasaman , Erik Eriadi mengatakan, tiga kasus lain adalah pasca bencana di Mapattunggul Selatan dengan pagu dana Rp1,8 Miliar.

Kasus ini, menurut dia masih dalam penyidikan, setelah selesai nanti pemeriksaan BPKP Sumbar maka akan ditetapkan tersangkanya.

baca juga: Kontroversi TWK Pegawai KPK untuk Alih Status ASN, Koordinator ICW: Mereka Radikal dalam Pemberantasan Korupsi Sehingga Tidak Disukai

"Saat ini BPKP sedang melakukan pemeriksaan kerugian negera. Kita berharap akhir tahun ini keluar hasil pemeriksaannya," katanya.

Kemudian dua kasus lagi adalah dugaan korupsi dana pasca bencana alam di Paraman Dareh Kecamatan Lubuk Sikaping dengan pagu dana Rp2,1 Miliar, dan kasus dugaan korupsi realisasi anggaran Porprov Sumbar tahun 2018.

baca juga: Kontroversi Soal TKW Pegawai KPK, BKN: Gunakan Metode Assesment Center

Di sisi lain, Kejaksaan Negeri Pasaman juga berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp1,7 miliar dari anggaran perjalanan fiktif di DPRD Pasaman tahun 2017.

[Man St Pambangun]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa