Bea dan cukai Teluk Bayur Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Pemusanahan rokok ilegal di Bea dan Cukai Teluk Bayur Padang
Pemusanahan rokok ilegal di Bea dan Cukai Teluk Bayur Padang (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Kantor Bea dan Cukai Teluk Bayur Padang memusnahkan sebanyak enam juta batang lebih rokok tanpa tanda cukai pada Rabu 12 Desember 2018.

Enam juta batang lebih rokok tersebut adalah merupakan hasil penindakan yang dilakukan selama tahun 2018 dan baru saja mendapatkan persetujuan untuk dimusnahkan dari Kementrian Keuangan.

baca juga: H-15 Kemerdekaan RI, Penjual Bendera Mulai Bermunculan

" Rokok yang kami musnahkan ini merupakan penindakan selama tahun 2018 yang izin pemusnahannya baru keluar makanya kami musnahkan sekarang," kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Teluk Bayur Padang , Hilman Satria.

Ia menyebutkan, jutaan batang rokok itu didapat di beberapa daerah di Sumatera Barat, seperti Pasaman, Pasaman Barat. Tanah Datar, Kabupaten Solok dan beberapa daerah lainnya.

baca juga: Wali Kota Padang Imbau Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Sebulan Penuh

"Terakhir kami tindak bulan lalu di daerah Kabupaten Solok Selatan untuk rokok tanpa cukai ini," sebut Hilman.

Hilman menjelaskan, kategori rokok yang yang dimsunahkan itu adalah rokok tanpa cukai, cukai kadaluwarsa dan cukai yang tidak sesuai peruntukannya.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Terus Terjadi, Pemko Padang Tetap Laksanakan Salat Idul Adha

Tidak hanya rokok , selain itu, pihaknya juga memusnahkan barang bukti lainnya yang tidak memiliki izin edar berupa alat bantu seks, kosmetik dan alat kesehatan.

"Untuk alat-alat lainnya yang kami tindak ini berjumlah 868 item dan kebanyakan alat kosmetik dan kesehatan," sambungnya.

baca juga: Dapat Uang Insentif Rp14,9 Miliar Dari Pusat, Ini Rencana Pemko Padang

Menurutnya, alat-alat tersebut ditindak melalui Pos Indonesia dan di Bandara Internasional Minang Kabau. "Kebanyakan alat ini merupakan hasil belanja online yang dikirim melalui Pos Indonesia dan melalui bandara," pungkas Hilman.

[Halbert Caniago]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa