Pembangunan Tribun Stadion Olahraga Pasbar Baru Selesai 20 Persen, Pemda Tetap Optimis Selesai Tepat Waktu

Pembangunan Tribun Stadion Olah Raga Kabupaten Pasaman Barat
Pembangunan Tribun Stadion Olah Raga Kabupaten Pasaman Barat (Ist)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Pembangunan Tribun Stadion Olah Raga Kabupaten Pasaman Barat saat ini baru selesai 20 persen, meski batas akhir pengerjaannya pada 25 Desember 2018.

"Memang secara fisik nilai persentase pembangunan hingga diujung tahun masih jauh dari yang diharapkan. Tapi kita tetap optimisi PT Joglo Multi Ayu sebagai rekanan mampu menyelesaikan hingga batas akhir tanggal yang ditentukan," ucap Plt Kadis PUPR Pasaman Barat, Ahdiyarsyah kepada KLIKPOSITIF di ruang kerjanya, Rabu 12 Desember 2018.

baca juga: Calon Bupati Termuda di Pasbar Didukung Generasi Milenial

"Waktu yang diberikan selama 150 hari kerja hanya tinggal 13 hari lagi. Sebagai pemenang tender dengan nilai kontrak Rp14.266.678.000, PT Joglo Multi Ayu telah mengambil uang muka senilai 20 persen dari nilai kontrak.

Artinya, jika pihak rekanan nantinya tidak mampu menyiapkan Tribun tersebut, kita akan nilai sesuai dengan bobot kerjanya. "Bagi saya, yang penting pemerintah tidak dirugikan. Jika itu tidak selesai pada waktu kontrak yang telah ditetapkan, maka jaminan nya akan disita. Kita sita jaminan asuransi nya," tegasnya Ahdiyarsyah.

baca juga: Resmi Gabung Petronas, Rossi Masih Balapan di 2021

Menurutnya, Pemerintah pastinya tidak dirugikan, karena telah di asuransi. Tinggal di klaim. Lanjut dia, bisa saja kita perpanjang, namun harus kita lihat dulu apa alasannya. Kan tidak ada bencana. Bisa saja hari hujan jadi alasan, tapi lihat dulu persentase curah hujan.

Tapi pastinya kita tidak berpedoman kesitu, penilaian kita pada bobot kerja. Bagaimana harus diperpanjang kontrak rekanan, yang diperpanjang itu nilai bobot kerja diatas 75 persen," jelasnya

baca juga: Morbidelli Start Terdepan di Catalunya, Rossi di Posisi Tiga

Namun pihaknya tetap optimis pembangun Tribun itu akan siap. Karena itu icon untuk porprov."Sebab pada 2020 nanti Pasaman Barat menjadi tuan rumah Porprov Sumatera Barat ke XVI. Kita ingin memiliki Tribun yang representatif.

"Meskipun jika terjadi pemutusan kontrak rekanan di tahun ini. Bisa jadi dijanuari akan kita lelang kembali. Tetapi pekerjaan yang terberat itu dipondasi.

baca juga: Tanpa Mekanik yang Temani Sejak Tahun 2000, Ini Kru yang Akan Diboyong Rossi Ke Petronas Yamaha

Dia berharap, pondasi Tribun tersebut bisa diselesaikan oleh rekanan. Sebab membuat pondasi itu susah, karena membutuhkan Bor Pile Mekanis. Tidak mungkin pemda yang akan mendatangkan, itu butuh biaya yang sangat besar," harapnya.

Sementara menurut PPTK Pembangunan Tribun Stadion Olah Raga, Taufik Imran. Pihak rekanan sudah diberikan Surat Peringatan kedua. "Akan tetapi untuk pemutusan kontrak untuk wacana kedepan belum sempat kita pikirkan," katanya.

"Intinya hingga sekarang kita masih menilai teknis kerja. Masih ada waktu 13 hari kerja lagi. Kita kan tidak tahu hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Namun jika hari ini sehari sebelum kontrak habis, bisa jadi sudah ada langkah yang dipikirkan," tegasnya.

Menurutnya, untuk kesitu harus dilakukan rumbuk bersama, antara Kadis, PPK dan PPTK. Tapi kita tetap optimis hingga tanggal kontrak selesai. Semoga hari tetap cerah dan tidak ada kendala apa pun.

Terpisah Ketua Investigasi Aliansi Masyarakat Bersatu Pasaman Barat, AR Saragih menilai Rekanan tidak serius mengerjakan, tentunya merugikan buat masyarakat pasaman barat. Sebab, ini salah satu icon porprov.

Ia meminta kepada pemerintah daerah lebih teliti terhadap kemampuan kontraktor yang di menangkan. Jangan asal dimenangkan saja. Yang rugikan masyarakat Pasaman Barat," pinta AR Saragih. [Irfan Pasaribu]

Penulis: Eko Fajri