Muzakarah Sumpah Bukit Marapalam di Istano Basa Pagaruyung Dipadati Masyarakat

Ribuan masyarakat menyaksikan muzakarah pengukuhan kembali Sumpah Sakti Bukit Marapalam di Istano Basa Pagaruyung, Minggu 16 Desember 2018.
Ribuan masyarakat menyaksikan muzakarah pengukuhan kembali Sumpah Sakti Bukit Marapalam di Istano Basa Pagaruyung, Minggu 16 Desember 2018. (istimewa)

BATUSANGKAR, KLIKPOSITIF -- Ribuan warga Sumatera Barat menghadiri muzakarah pengukuhan kembali Sumpah Sakti Bukit Marapalam di Istano Basa Pagaruyung, Minggu 16 Desember 2018.

Sekretaris Daerah Tanah Datar, Hardiman menyampaikan bahwa pengukuhan kembali Sumpah Sakti Bukit Marapalam ini bertujuan untuk menguatkan kembali falsalafah adat Minangkabau yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato, Adat Mamakai.

baca juga: Hindari Kesalahan Data Jumlah Pengunjung, Istano Basa Pagaruyung Akan Berlakukan Tiket Elektronik

"Apa yang dilakukan pada hari ini tentu didasari niat yang ihklas, mudah-mudahan kegiatan kita dinilai ibadah oleh Allah SWT,” ujarnya.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Gusrizal Gazahar mengajak seluruh komponen masyarakat kembali menyemarakkan ABS-SBK warisan nenek moyang Minangkabau yang terlebih dahulu diterapkan dan dikuatkan kembali pada saat ini.

baca juga: Bupati Tanahdatar Minta Sandiaga dan Andre Rosiade Perjuangkan DAK untuk Pariwisata

“Ini langkah awal untuk menginplementasikan ABS-SBK di Minangkabau secara utuh. Intinya, umat harus disadarkan dengan apa yang dapat merusak tatanan tersebut," katanya.

Dia mengutarakan kesatuan umat pun terlihat jelas dari acara berlangsung selama dua hari ini di Tanah Datar. “Insya Allah, ribuan masyarakat bersatu dalam acara ini, dari itu kita dapat simpulkan bahwa langkah ini disambut baik oleh seluruh komponen masyarakat,” katanya.

baca juga: Gubernur Sumbar: Menjaga Nilai Minangkabau

Ketua Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Sumbar, Basrizal Datuak Panghulu Basa mengapresiasi pengukuhan kembali Sumpah Sakti Bukit Marapalam ini dimana punya peran penting bagi masayarakat Minangkabau yang menjadi tugas bersama untuk meneruskannya ke generasi selanjutnya.

“Sebagai masyarakat Minangkabau tidak ada pilihan lain bagi kita, bukan sekedar menyusun adat syarak, karena telah tersusun dengan sempurna, tugas kita bersama melanjutkan sejarah masa depan Minangkabau dengan menerapkan ajaran yang telah ditinggalkan orang tua kita terdahulu," katanya.

baca juga: Orang Minang Tak Bisa Jadi Presiden? Pengamat Politik Unand: Memilih Pemimpin Itu Bukan Karena Etnisnya, Tapi...

Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Puti Reno Raudha Jannah Thaib Dipertuankan Gadih Pagaruyung mengatakan, femomena terjadi pada saat ini menjadi peristiwa penting bagi masyarakat Minangkabau yang menjadi penguat bagi jati diri mereka.

“Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, maka didiklah anak-anak dengan menerapkan ABS SBK di tengah keluarga ehingga nanti tercipta pemimpin yang berahklak,” ujarnya.

[Irfan Taufik]

Penulis: Agusmanto