Belum Capai Target, OPD Berpacu Kejar Realisasi Belanja di Akhir Tahun?

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Kepala BKD Kota Payakumbuh , Syafwal menyebut, dari realisasi anggaran semua Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) di jajaran Pemko Payakumbuh jelang akhir tahun 2018 sudah cukup baik, meski masih ada OPD yang realisasi belanjanya masih dibawah 70 persen.

“Ini biasanya disebabkan beberapa proyek menerapkan sistem pembayaran di akhir tahun atau ketika proyek selesai. Hal itu mengakibatkan penumpukan realisasi di akhir tahun,” katanya, Selasa, 18 Desember 2018.

baca juga: Payakumbuh Dinilai Sukses Integrasikan SPBE, Riza Didapuk Sebagai Narasumber Oleh BPK RI Sumbar

Di tahun sebelumnya, realisasi belanja daerah Kota Payakumbuh di atas 92 persen dan apabila melihat perkembangan realisasi anggaran di masing-masing OPD sampai sejauh ini, target di atas angka tahun sebelumnya akan bisa tercapai.

“Kami optimis sampai dengan akhir tahun nanti realiasi belanja daerah Pemko Payakumbuh akan tetap berada di atas 92 persen. Karena masih ada 13 hari ke depan dan beberapa OPD tentunya akan mulai melakukan pembayaran terhadap semua rekanan,” jelasnya.

baca juga: Ini Sejumlah Persoalan di PDAM Payakumbuh yang Mesti Dibenahi

Berdasarkan data yang dihimpun KLIKPOSITIF , dari semua OPD yang ada di Pemko Payakumbuh , hingga saat ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) tercatat sebagai OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh yang realisasi belanjanya paling rendah.

Dinas yang dipimpin oleh Elfriza Zaharman itu tercatat sebagai satu-satunya OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh yang realisasi belanjanya masih di bawah 60 persen.

baca juga: Fraksi Demokrat DPRD Payakumbuh Tolak Wacana Pembangunan Masjid Agung di Pakan Sinayan

Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Payakumbuh sampai 17 Desember 2018, realisasi belanja Disparpora baru diangka 55 persen. Capaian realisasi anggaran tersebut jauh di bawah rata-rata realisasi anggaran seluruh OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh yang sudah diangka 77.83 persen.

Dari total Rp27.549.987.953 yang dianggarkan, Disparpora baru merealisasikan sebanyak Rp15.185.792.169. Rinciannya, untuk belanja pegawai senilai Rp3.431.510.911, belanja barang dan jasa sebanyak Rp8.813.324.379, dan terakhir belanja modal dengan total anggaran yang sudah direalisasikan senilai Rp2.940.956.879.

baca juga: Warga Acuh dengan Protokol Kesehatan COVID-19, Wako Payakumbuh Ingatkan Hal Ini

Apabila dilihat secara keseluruhan, terdapat beberapa OPD yang realisasi belanjanya jauh di atas rataan realisasi belanja daerah seluruh OPD , seperti Dinas Perhubungan (Dishub) yang realiasasi anggarannya mencapai 90.75 persen. Dari total Rp7.941.757.360 anggaran belanja yang dimiliki, Dishub sudah menghabis dana Rp.7.207.438.22. Rinciannya, belanja pegawai Rp4.200.174.507, belanja barang dan jasa Rp2.530.616.721, belanja modal Rp476.647.000.

OPD lainnya yang juga mencatatkan persentase realisasi anggaran yang di atas 90 persen adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan persentase 90,76 persen. Total anggara belanja daerah yang dimiliki adalah Rp7.532.527.948. Untuk realisasinya, belanja pegawai Rp4.173.749.360, belanja barang dan jasa Rp2.484.413.473, belanja modal Rp178.645.140.

OPD terakhir yang realisasi belanjanya juga di atas 90 persen adalah Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang realisasi mencapai 91.22 persen. Dengan anggaran Rp3.712.244.369, Kesbangpol telah menghabiskan dana Rp3.386.486.050 dengan rincian belanja pegawai Rp1.879.981.799 dan belanja barang dan jasa sebesar Rp1.506.504.251.[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Eko Fajri