Jonan Minta Basarnas Cari 1 Pegawai Kementerian ESDM Korban Tragedi Lion Air

Pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang beberapa waktu lalu
Pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang beberapa waktu lalu (Istimewa)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Ignasius Jonan meminta Basarnas kembali melakukan pencarian 1 orang pegawai kementerian yang ia pimpin dalam tragedio pesawat Lion Air .

Ada tiga pegawai ESDM yang menjadi korban pesawat PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang tersebut.

baca juga: Semen Padang Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM

Mereka adalah Kepala Seksi Niaga Gas Bumi Direktorat Hilir Inayah Fatwa Kurnia Dewi, Analis Kebijakan Pertama Direktorat Hilir Dewi Herlina, dan Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas Jannatun Cintya Dewi. Satu dari tiga pegawai ESDM itu hingga kini masih belum ditemukan jasadnya, yakni Dewi Herlina.

"Kalau pencarian Dewi Herlina itu kita akan coba bantu tanya ke Basarnas dan pihak airlines ada satu jasad yang belum ditemukan sampai sekarang," katanya dilansir dari Suara.com-jaringan Klikpositif.

baca juga: Lakukan Diskriminasi, Lion Air Grup Disanksi Rp 3,3 Miliar

Menurut dia, selama ini pihak Kementerian ESDM mengusahakan Basarnas kembali melakukan pencarian, Jonan meminta agar pihak keluarga turut membantu dalam memberikan doa terbaik.

Meskipun kini ketiga pegawai telah gugur dalam melaksanakan tugasnya, mereka tetap menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian ESDM.

baca juga: Kementerian ESDM Komunikasikan Aksi Mitigasi Bencana Lewat "Ngaboba"

"Tadi ada permintaan dari keluarga bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap akan menjadi keluarga besar ESDM. Tentunya karena bekerja disini dan surat pensiun tetap jadi keluarga besar disini," ungkap Jonan.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pukul 06.20 WIB.

baca juga: Sebelum Sriwijaya Air SJ182, Ini 11 Kecelakaan Pesawat di Indonesia Sejak 2004

Namun, pesawat itu dilaporkan hilang kontak dan terakhir terjatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018).

Pesawat tujuan ke Pangkalpinang itu membawa 189 orang termasuk dua pilot dan enam pramugari.

Pesawat pun sempat meminta kembali ke Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya hilang kontak dan ditemukan jatuh tinggal puing di perairan Tanjung Karawang.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa