Packing Plant Semen Padang di Lampung Aman dari Tsunami

Packing Plant PT Semen Padang di Lampung Selatan
Packing Plant PT Semen Padang di Lampung Selatan (Ist)

LAMPUNG , KLIKPOSITIF - Manajemen PT Semen Padang memastikan Packing Plant PT Semen Padang di Desa Rangai, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, aman dari bencana tsunami, meskipun Katibung dan tiga kecamatan lainnya di Lampung Selatan,  dihantam gelombang tsunami, termasuk kawasan Anyer, Banten pada Minggu, 23 Desember pukul 04.30 WIB.

"Kondisi Packing Plant Semen Padang di Lampung aman, karena jarak kawasan yang diterjang tsunami dengan Packing Plant cukup jauh, sekitar 20 KM. Saat ini aktivitas di Packing Plant di Lampung berjalan normal, " kata Kepala Biro Kumunikasi dan Umum PT Semen Padang , Nur Anita Rahmawati, Minggu pagi.

baca juga: Semen Padang Salurkan Bantuan CSR SIG untuk Petani di Pasaman dan Pasbar

Manajemen PT Semen Padang , lanjut Anita, turut berbelasungkawa atas bencana tsunami yang menerjang Lampung dan Anyer, Banten. "Kami turut berduka, semoga tidak terjadi tsunami susulan di Lampung , maupun di Anyer, Banten. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselematan," ujar Anita.

Packing Plant PT Semen Padang di Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung dibangun sejak 1 Januari 2013. Begitu selesai dibangun pada Februari 2015 lalu, Packing Plant berkapasitas 350 ribu ton per tahun itu langsung beroperasi. Bahkan keberadaannya,  mampu mendongkrak penjualan Semen Padang di wilayah Lampung dan sekitarnya.

baca juga: Peringati HUT ke-111 Pendirian Pabrik, Semen Padang Gelar Lomba Konten Foto dan Video

Seperti diketahui, bencana tsunami menerjang empat kecamatan di kawasan Lampung Selatan pada Minggu, 23 Desember 2018 pukul 04.30 WIB. Empat kecamatan itu adalah Rajabasa, Kalianda, Sidumolyo, dan Katibung. Selain Lampung Selatan, gelombang tsunami juga memporak-porandakan kawasan Anyer, Banten.

Bahkan, tsunami yang terjadi di Lampung Selatan dan Anyer, Banten itu, menyebabkan puluhan orang meninggal dunia, dua hilang dan ratusan luka-luka, serta sejumlah bangunan rusak parah dihantam gelombang tsunami. BMKG menduga tsunami tersebut terjadi akibat longsor dari erupsi Anak Gunung Krakatau.(*)

baca juga: Webinar Klaster Keluarga Covid-19, Dirut Semen Padang Ajak Insan Perusahaan untuk Ingatkan Keluarga

Penulis: Riki