Ingat, Gunung Marapi Masih Bahaya bagi Pendaki

Imbauan bagi pendaki di puncak
Imbauan bagi pendaki di puncak (Ist)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Bagi yang ingin menghabiskan malam pergantian Tahun Baru di Puncak Marapi, sebaiknya berpikir dua kali. Sebab, Gunung Marapi hingga saat ini masih berstatus Waspada atau di level II dan bisa saja meletus suatu saat.

Dengan status Waspada ini, para pendaki, wisatawan dan masyarakat setempat dilarang beraktivitas pada radius 3 kilometer dari puncak. Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Hartanto mengatakan, terlalu berbahaya mendekati puncak Marapi.

baca juga: Jalan Bukittinggi-Medan Amblas, Berpuluh Kendaraan Antri

"Itu masih bahaya, kalau mau mendaki, sebaiknya jangan sampai Puncak," harap Hartanto, Senin 24 Desember 2018.

Ancaman yang berpotensi terjadi, sebut Tanto, berupa lontaran batu pijar maupun semburan gas beracun yang mematikan. "Makanya kami rekomendasikan agar pendaki tak mendekati puncak," pungkasnya.

baca juga: Jumlah DPS di Bukittinggi Berkurang 4 Ribuan, Ini Sebabnya

Pendaki, sebut Hartanto, harus belajar dari letusan pada 4 Juni 2017 silam yang sempat membuat 16 pendaki terjebak di Puncak.

Sepanjang 2018, Marapi meletus sebanyak 2 kali, sementara 2017, Marapi telah meletus sebanyak 92 kali. Pada tahun ini, jumlah letusannya memang berkurang jauh, tapi status Waspada level II yang berlaku sejak 2011 masih belum dicabut.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Agam dan Bukittinggi Terus Bertambah

Dalam momen libur seperti pergantian tahun, biasanya Marapi selalu dipadati pendaki dari berbagai daerah. Koto Baru merupakan salah satu pintu masuk menuju puncak dengan jangka waktu tempuh rata-rata 6-7 jam perjalanan.

[Hatta Rizal]

baca juga: Wali Kota Bukittinggi Klaim Masih Bisa Kendalikan COVID-19

Penulis: Fitria Marlina