Pelaku Penyebar Video Hoax Penculikan Anak di Solsel Minta Maaf

Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto saat beri keterangan pers
Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto saat beri keterangan pers (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF -- FA (28) dan IW (27) dua orang pelaku penyebar hoax video penculikan anak di Taman Kota Muara Labuh Solok Selatan melalui Media Sosial (Medsos) beberapa waktu lalu akhirnya mengakui kesalahannya dan minta maaf.

"Kami meminta maaf kepada keluarga anak-anak yang kami informasikan diculik, serta kepada masyarakat dan aparat penegak hukum, atas kelalaian kami dalam bermedia sosial," ujar FA di Golden Arm Senin, 24 Desember 2018.

baca juga: KUA-PPAS APBD Solsel 2021 Disepakati, Ketua DPRD Soroti Hal Ini

Menurut IW kejadian tersebut membuat mereka lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial pada masa yang akan datang.

Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto menjelaskan, kasus hoax penculikan anak ini berawal pada 24 November 2018 yang lalu.

baca juga: Ini Pelanggaran yang Mendominasi Selama Dua Hari Operasi Zebra di Solsel

"Kedua pelaku menyebarkan video di group medsos dengan caption, ko kejadian ditaman kota kabanyo Ado penculikan anak (Ini Kejadian di Taman Kota kabarnya ada penculikan anak)", ujar Kapolres.

Ia melanjutkan, video inilah yang membuat gaduh di masyarakat dengan bermacam-macam komentar dan dikait-kaitkan dengan berbagai informasi seputar penculikan anak sebelumnya.

baca juga: Nasrul Abit : Jalan Tembus Solsel-Dharmasraya Potensi Ekonominya Luar Biasa

"Kami bertindak cepat, namun setelah dilakukan kroscek informasi tersebut ke lapangan dengan menemui keluarga dan anak-anak yang ada di video tersebut, ternyata informasi tersebut tidak benar," katanya.

Kedua pelaku, lanjut Kapolres, telah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, dan selama proses tersebut keduanya cukup kooperatif.

baca juga: Terima Laporan Warga yang Bingung Dimana Harus Lakukan Swab, Ini Jawaban Jasman

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial karena ada kaidah yang bisa saja dilanggar salah satunya UU ITE. Dampaknya bukan hanya di satu daerah tetapi bisa lebih luas, bijaklah bermedia sosial demi kenyamanan bersama", ungkasnya.

[Kaka]

Penulis: Iwan R