Gempa Lombok, Tsunami Palu dan Selat Sunda Jadi Fenomena Bencana Langka

Dampak kerusakan akibat tsunami Selat Sunda
Dampak kerusakan akibat tsunami Selat Sunda (BNPB)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menyebutkan gempa Lombok, tsunami di Palu dan Selat Sunda merupakan bencana dengan fenomena langka.

Humas BNPB , Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa tiga bencana itu telah mengorbankan banyak korban jiwa dan kerugian material yang besar.

baca juga: Realisasi Pekerjaan Fisik Proyek Abrasi Pantai Masjid Al Hakim Diatas 50 Persen

"Ada tiga fenomena langka yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar, yaitu gempa beruntun di NTB, gempa disusul tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah yang terbesar di dunia, dan tsunami Selat Sunda yang dipicu longsor bawah laut," katanya.

Dari ketiga bencana tersebut, yang terbesar adalah gempa yang disusul tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah karena menyebabkan 2.101 orang meninggal, 1.373 orang hilang dengan kerugian ekonomi Rp 18,47 triliun.

baca juga: Pengerjaan Proyek Abrasi Pantai Muaro Lasak Abaikan Keselamatan Warga

"Gempa memicu tsunami yang tiba sangat cepat hanya dalam waktu empat menit lalu terjadi likuifaksi yang merupakan peristiwa terbesar di dunia," ujar Sutopo.

Setelah itu, adalah gempa bumi beruntun yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Lombok dan Sumbawa. Bencana tersebut menyebabkan 546 orang meninggal, 1.886 orang luka-luka dan Rp17,13 triliun.

baca juga: Dua Bulan Lagi Tugu Merpati, Masjid Al Hakim dan Pasir Jambak Bebas Abrasi

"Ketiga bencana ini aneh dan langka terjadi, sementara tsunami yang terjadi di Selat Sunda juga fenomena yang langka karena dipicu oleh longsoran bawah laut dan erupsi dari gunung Anak Krakatau," katanya seraya menambahkan longsoran tersebut tidak begitu besar, tapi ternyata menimbulkan tsunami.

Hingga Selasa (25/12) pukul 13.00 WIB tercatat 429 orang meninggal dunia, sebanyak 1.485 orang luka-luka, 154 hilang dan 16.082 orang mengungsi, sementara kerugian masih dalam pendataan.(*)

baca juga: BNPB Sebut Kerugian Akibat Gempa di Sulbar Ratusan Miliar, Ini Rinciannya

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa