Jaga Laut Sumbar, Kapal Pengawas Tenggiri Patroli Hingga Pulau Terluar

Kapten Kapal Pengawas Tenggiri Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yuli Edison bersama tim
Kapten Kapal Pengawas Tenggiri Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yuli Edison bersama tim (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Perairan laut di wilayah Sumbar yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia memiliki potensi tangkapan ikan yang sangat besar. Meskipun begitu pengawasan kepada kapal penangkap ikan mesti ditingkatkan.

"Kami selalu melakukan patroli rutin di seluruh wilayah Sumbar hingga pulau terluar. Apalagi, perairan laut di Sumbar sangat besar," ujar Kapten Kapal Pengawas Tenggiri Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar , Yuli Edison, Jumat 4 Januari 2019.

baca juga: Tiga Dokter di Sumbar Gugur Selama Pandemi Covid-19

Apalagi katanya, saat ini berbagai macam kapal penangkap ini menggunakan alat tangkap yang beragam, bahkan ada yang menangkap ikan yang tidak ramah lingkungan dan membahayakan biota laut. 

"Hal seperti itu yang selalu kami awasi. Jangan sampai alih-alih menangkap ikan malah merusak biota laut. Apalagi menangkap ikan mengunakan alat tangkap yang tidak sesuai aturan seperti pukat harimau, kompresor, bahan peledak dan potasium," katanya.

baca juga: Tidak Hanya Bonus, Wagub Sumbar Janji Akan Berikan Posisi ASN Untuk Atlet Berprestasi

Jika ditemukan kapal penangkap ikan yang menggunakan alat tangkap tidak sesuai aturan itu, maka pihaknya dapat menindak dengan membawa ke ranah hukum.

"Untuk itu, kami berikan sosialiasi kepada nelayan agar mematuhi segala aturan. Jangan menangkap ikan yang alat tangkap dapat merusak biota laut," katanya.

baca juga: DPRD Janji Akan Carikan Dana Tambahan Untuk Kontingen PON Sumbar yang Akan Berjuang di Papua

Selain itu, pihaknya juga mengawasi kapal penangkap asing yang masuk ke wilayah Sumbar . Tak hanya kapal asing, untuk kapal dari daerah lain juga diawasi, jika mereka ingin menangkap ikan di wilayah Sumbar , mereka akan dimintai surat andon (surat perjanjian) antar gubernur daerah asal kapal dengan gubernur Sumbar .

"Contohnya, kapal asal Sibolga yang ingin masuk ke wilayah Sumbar untuk menangkap ikan . Mereka harus bawa surat perjanjian itu dulu. Jika ada baru diizinkan masuk ke wilayah Sumbar ," ulasnya.

baca juga: Sambut HUT RI, Bupati Solsel : ASN Agar Menjadi Contoh Bagi Masyarakat

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar , Nasrul Abit meminta kepada pengawas Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar agar terus meningkatkan pengawasan di wilayah laut Sumbar . Terutama, penangkapan ikan yang dilakukan tidak sesuai aturan.

Kemudian, kata Nasrul Abit, pengawas yang ada di laut mesti memberikan edukasi kepada nelayan agar menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan yang tidak merusak biota laut.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R