Proyek Tol Padang-Pekanbaru Dilanjutkan Pertengahan Januari 2019

Rapat Percepatan Proyek Tol Padang-Pekanbaru antara Pemprov Sumbar, Padang Pariaman dan Pihak  Hutama Karya di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sumbar
Rapat Percepatan Proyek Tol Padang-Pekanbaru antara Pemprov Sumbar, Padang Pariaman dan Pihak Hutama Karya di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sumbar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan PT Hutama Karya menargetkan bisa melanjutkan pengerjaan proyek tol Padang-Pekanbaru pada pertengahan Januari 2019. Proyek strategis nasional yang telah diground breaking oleh Presiden Jokowi itu sempat terhenti karena terkendala pembebasan lahan.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit mengaku optimis proyek tol Padang-Pekanbaru bisa lanjut pada Januari ini. Optimistis Nasrul Abit karena butuh 5 bidang clear agar pengerjaan fisik bisa dilakukan, sementara saat ini sudah ada satu bidang di ruang nol hingga 4,2 kilometer pertama yang pembayaran ganti rugi sudah dilakukan. Kemudian, dalam waktu dekat 4 bidang segera dilengkapi administrasi untuk pembayaran ganti rugi.

baca juga: Tujuh Personel Polda Sumbar Dipecat Tidak Hormat , Empat Diantaranya Terkait Narkoba

"Kalau clear, segera dilanjutkan," jelas Nasrul Abit usai rapat koordinasi dengan Pemkab Padang Pariaman dan PT Hutama Karya selaku kontraktor proyek, Selasa 8 Januari 2019.

Sementara itu, kendala lahan masih terjadi di ruas 4,2 kilometer hingga 30 kilometer. Di ruas ini, Nasrul Abit melanjutkan, masih ada 4 titik lokasi yang belum disepakati harga ganti ruginya. Pemerintah juga tidak punya opsi lain karena pemindahan trase justru memindahkan masalah baru ke tempat yang lain.

baca juga: Terima Perintah Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polda Sumbar Bentuk Tim

Alasannya, bila trase dipindahkan maka akan 'memakan' kontur lahan yang lebih sulit, belum lagi melalui fasilitasi umum seperti sekolah dan persawahan penduduk.

"Keempat lokasi kami serahkan pada Pak Bupati (Padang Pariaman) untuk ditetapkan. Saya juga minta tim appraisal jangan mengulang kejadian seperti yang lalu (penetapan harga terlalu rendah)," ujar Wagub Sumbar .

baca juga: Usai Jabat Dua OPD di Pessel, Ahda Yanuar Kembali ke Pemprov

Sementara itu Pimpinan Proyek Seksi I Tol Padang-Sicincin, Ramos Pardede, menambahkan bahwa fokus pengerjaan akan dilakukan di ruas nol hingga 4,2 kilometer pertama. Apalagi di ruas ini, pemerintah tinggal melakukan pembayaran kepada pemilik lahan. Sedangkan untuk ruas di atas 4,2 kilometer, pemerintah masih melakukan tahap konsultasi publik.

"Kita tunggu dulu 4 bidang lain, kita bisa kerja. Setiap ada lahan bebas kami akan kerja. Untuk memicu pemilik lahan lain supaya bisa melepas tanahnya," ujar Ramos.

baca juga: Soal Masyarakat yang Tak Mau Divaksin Covid-19, Ini Kata Ketua MUI

Untuk diketahui, awalnya pengerjaan fisik proyek tol Padang-Pekanbaru dijadwalkan tahun 2018, namun karena tidak menemui kata sepakat antara pemilik lahan dengan pemerintah dari harga yang ditetapkan tim appraisal, menyebabkan pengerjaan tertunda.

Dengan molornya pengerjaan fisik tol Padang-Pekanbaru selama setahun terakhir, Hutama Karya menargetkan seksi I Padang-Sicincin bisa rampung dalam dua tahun ke depan. Hingga akhir 2018, baru 800 meter ruas dari total 255 kilometer yang sudah dilakukan pengerjaan. Itu pun, pekerjaan yang sudah dilakukan baru sebatas timbunan.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R