Akhirnya, Kucing Emas di IV Koto Ditemukan Mati

Kucing emas (Catopuma temminicki) ditemukan mati.
Kucing emas (Catopuma temminicki) ditemukan mati. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Seekor kucing emas (Catopuma temminicki) langka yang terekam video amatir milik warga di Jorong Lurah, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Ampek Koto, Agam -Sumbar pada Kamis 10 Januari 2019 akhirnya mati pada Jum'at 11 Januari 2019 dinihari. Tragisnya, matinya kucing emas tersebut saat warga mencoba menangkapnya.

Baca: Hewan Mirip Harimau Gegerkan Warga Agam , BKSDA : Itu Kucing Emas

baca juga: Jika Agam Mekar, Ini Nama Kabupaten yang Diusulkan

Informasi yang berhasil dihimpun KLIKPOSITIF , hewan tersebut kembali masuk pemukiman sekitar pukul 03.00 WIB, sebelumnya satwa misterius ini diketahui muncul pukul 10.00 WIB dan kedapatan memangsa seekor kucing. Hewan itu disebutkan mendatangi lokasi tempat dia memangsa kucing dan ketahuan warga yang saat itu terbangun akibat suara anjing.

"Dia datang lagi ke sini, tidur di salah satu teras rumah warga, saat itu kami berempat mencoba menangkapnya menggunakan sebuah jeratan tali," sebut Hendri, warga Jorong Lurah yang ada saat kejadian.

baca juga: BKSDA Resort Agam Pasang Spanduk Peringatan di Lokasi Kemunculan Buaya

Hendri mengatakan, saat hendak dijerat, hewan itu mendadak terbangun dan berontak. Nahasnya, hewan itu melompat ke sebuah selokan dekat lokasi yang punya tinggi 2 meter. "Setelah itu kita lihat dia sudah mati di dalam selokan itu,"ungkapnya.

Hendri menyebut, ia sudah menyerahkan bangkai hewan berwarna kuning itu ke Polsek IV Koto. Sementara, Polhut BKSDA Bukittinggi, Vera Chiko mengatakan, secara fisik hewan langka ini dalam kondisi sakit sebab tubuhnya tampak sangat kurus dengan bobot tak sampai 5 kilogram.

baca juga: Banyak Nagari Sepakat Untuk Pemekaran Kabupaten Agam

"Hewan sedang sakit, tubuhnya kurus dan banyak luka, jenis kelamin jantan dan usianya sudah dewasa," ungkapnya.

Diduga kuat, Kucing Emas langka ini berasal dari Gunung Singgalang yang berada dekat lokasi, warga lokal menyebutnya dengan Harimau Hilalang. Selanjutnya, bangkai hewan bertaring panjang itu sudah diserahkan oleh Polsek IV Koto ke BKSDA Bukittinggi.

baca juga: Besok, Dinkes Agam Jemput 320 Vial Vaksin Sinovac

[Hatta Rizal]

Penulis: Agusmanto