Kementerian ESDM Bidik Peluang Investasi Hulu Migas ke Kawasan Timur Tengah

Ilustrasi
Ilustrasi (esdm.go.id)

KLIKPOSITIF -- Terobosan tengah dilakukan oleh Pemerintah guna meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas bumi (migas). Salah satunya membidik kerja sama dengan sejumlah negara terutama di kawasan Timur Tengah yaitu Irak dan Azerbaijan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto saat konferensi pers terkait paparan 4 tahun kinerja subsektor migas di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (11/1) yang lalu.

baca juga: Terus Naik, Harga Emas Batangan Dekati Rp1,1 Juta Per Gram

"Nanti masih banyak kerja sama lain yang menyusul akan dilakukan," ujar Djoko, yang dikutip dari laman esdm.go.id.

Lebih rinci, Direktur Pembinaan Program Migas, Soerjaningsih mengemukakan rencana memperlebar peluang investasi hulu migas ke kawasan Timur Tengah .

baca juga: Naik Lagi, Harga Emas Konsisten di Atas Rp1 Juta Per Gram

"Yang akan kita laksanakan tahun ini adalah meningkatkan kerja sama dengan Irak dan Azerbaijan. Dengan Azerbaijan, kita ditawari eksplorasi lapangan migas di sana dan juga impor minyak mentah," ujar Soerjaningsih.

Selain Azerbaijan, Irak juga menjadi sasaran utama kerja sama dalam pengembangan industri petrokimia, pembangunan kilang dan eksplorasi lapangan migas di negara tersebut melalui PT. Pertamina (Persero).

baca juga: Masih Stabil, Emas Dijual Rp1 Juta Lebih Per Gram

"Pertamina berminat untuk proyek Tuba Oil Field di Irak, tapi ini masih dibahas, sedang berjalan," tambah Soerjaningsih.

Kendati demikian, kemitraan kedua negara sifatnya masih penjajakan atau negosiasi. Hal ini nanti akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan bilateral antar kedua negara.

baca juga: Harga Emas Hari Ini Stabil, Masih di Atas Rp1 Juta Per Gram

Investasi sektor migas di luar negeri bukan hal baru bagi Pemerintah Indonesia. Pasalnya, sepanjang 2018 ada empat kerjasama pokok di sektor migas yang berhasil disepakati oleh kedua belah pihak, antara lain RI-Rusia dengan Rosneft, membangun kilang GRR Tuban dengan nilai investasi USD 15-16 miliar.

Selain itu, ada juga kerjasama RI-Arab Saudi dengan Saudi Aramco, mengerjakan proyek RDMP kilang Cilacap dengan nilai investasi USD 5,4 - 6 miliar.

Kemudian  kerjasama RI-Azerbaijan : Pertamina dengan SOCAR dalam hal impor minyak mentah dan ekslporasi lapangan migas. Nilai investasinya akan diketahui setelah penandatangan nota kesepahaman.

Terakhir, kerjasama RI-Bangladesh dan RI-Pakistan: pasokan LNG dengan nilai penerimaan sebesar USD14,3 miliar.

Di satu sisi, kerja sama dengan berbagai negara ini diharapkan mampu menjaga tren investasi sektor ESDM. Sebagai catatan, realisasi investasi di sektor ESDM tahun 2018 mencapai angka USD 32,2 miliar atau setara Rp 462,83 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebesar USD 12,5 miliar merupakan realisasi dari subsektor migas.

 Perolehan ini mengalami peningkatan dibandingkan pencapaian 2017 dimana sektor migas baik hulu dan hilir hanya mengangongi investasi senilai USD 11 miliar. (*)

Penulis: Iwan R