Manfaatkan Dana Desa, Panampuang Agam Ingin Jadi Nagari Model

Staf Khusus Mendesa PDTT, H Febby Datuk Bangso
Staf Khusus Mendesa PDTT, H Febby Datuk Bangso (Istimewa)

AGAM , KLIKPOSITIF  -- Kebijakan Membangun Indonesia dari pinggiran, menjadi acuan utama bagi Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Aplikasinya, diwujudkan dalam program Desa Mandiri.

Di Sumbar, banyak potensi nagari yang menjadi Desa Mandiri. Salah satunya Nagari Panampuang , Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam .

baca juga: Kesembuhan Meningkat, Kasus Aktif COVID-19 di Agam Tersisa 6 Orang

Wali Nagari Panampuang , Zulhendra, mengatakan dirinya ingin Nagari Panampuang menjadi Nagari Madani, Mandiri dalam Kebersamaan. "Kami ingin, nagari ini bisa menjadi nagari model, atau desa model,” katanya.

Ia menyebutkan, potensi untuk menjadi nagari (desa) model, tidaklah berlebihan. Industri Kreatif yang ditargetkan menjadi Prukades atau Produk Unggulan Desa terus berkembang. Industri kreatif diantaranya usaha makanan pangan lokal, sulaman, industri ukiran perabot.

baca juga: Mengenal Iis Kuswara, Peracik Jamu Tradisional dari Agam

Usaha pengembangan produk lokal, khususnya sulaman tradisional di Nagari Panampuang , pernah mendapatkan bantuan berupa Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL).

Sulaman tradisional akan jadi ikon nagari. Produk Unggulan Desa ini dikelola Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag/BUMDesa) Nagari Panampuang .

baca juga: Bupati Agam Lantik Jetson Jadi Pj Sekda Agam

Hampir tiap rumah tangga di Nagari Panampuang bergerak mengelola sulaman. Potensi ini diharapkan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat nagari. Pendapatannya sekaligus menjadi sumber pendapatan nagari.

Nagari Panampuang memanfaatkan dana desa sejak 2015. Saat ini berada di posisi 7 dari 15 Besar sebagai Desa Model di Indonesia. Satu-satunya di Sumatera Barat.

baca juga: Pemkab Agam Turunkan Puluhan Tim Vaksinator Sukseskan Gebyar Vaksinasi

Capaian tersebut didasarkan pada kajian tim penilai dan Verifikasi Desa Model Kementrian Desa PDTT. Aspek yang menjadikan capaian tersebut terkait dengan nilai pembangunan, ketepatan penggunaan dana desa , transparansi, tata kelola pemerintahan, partisipasi masyarakat serta pemberdayaan masyarakat yang tinggi.

Staf Khusus Mendesa PDTT, H Febby Datuk Bangso mengatakan, Nagari yang berpotensi menjadi desa mandiri seperti Nagari Panampuang terlebih dahulu diarahkan dan dikelola dalam program Desa Model.

Untuk itu potensi ekonomi lokal yang dimiliki Nagari Panampuang harus dijelaskan ke publik dan dijadikan sebagai target produk unggulan desa, yang dikelola oleh BUMDesa/BUMNag Panampuang.

“Tahun anggaran ini, kita akan fokus dan berupaya memperbanyak porsi kegiatan pemberdayaan dan pembangunan sesuai Prioritas Arah Kebijakan penggunaan Dana Desa ,” kata tokoh muda asal Sumatera Barat tersebut.

[Cecep Jambak/rel]

Penulis: Iwan R