Kementerian PUPR Sudah Salurkan Air Minum ke 17 Ribu Lebih Rumah di Padang

Pemasangan pipa air minum di Padang
Pemasangan pipa air minum di Padang (Kementerian PUPR)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyalurkan air minum ke 17.500 rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Padang , Sumatera Barat.

Menurut catatan, penyaluran itu dilakukan selama 6 tahun sejak tahun 2012 hingga 2018. Sebanyak 17.500 rumah tersebut dihuni oleh sekitar 70.000 jiwa.

baca juga: Ada Kasus Positif Covid-19, 600 Pegawai PT Telkom Sumbar Diswab

Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga mengatakan, dengan adanya penyaluran hibah air minum tersebut, ada peningkatan jumlah hibah dari tahun 2017 lalu.

Ia menjelaskan, di tahun 2017 lalu, penyaluran air minum untuk MBR, baru mencapai 78,57 persen, sedangkan di tahun 2018 jumlahnya ditambah untuk 4.500 MBR atau sekitar 18.000 jiwa dengan nilai mencapai Rp13,5 miliar.

baca juga: Kementerian PUPR: 28 Bangunan di Kawasan Saribu Rumah Gadang Ditergetkan Selesai Akhir Tahun Ini

"Kita tidak hanya melihat target sebagai angka saja. Ketersediaan air bersih dan sanitasi sebagai kebutuhan dasar adalah tanggung jawab kita bersama agar generasi muda kita mendapat kebutuhan dasar tersebut," katanya dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR.

Selain Kota Padang , sebanyak 12 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sumbar juga menerima manfaat program hibah air minum tahun 2012-2018 yakni Kabupaten Pasaman (6.644 SR), Pasaman Barat (4.989 SR), Lima Puluh Kota (1.814 SR), Payakumbuh (3.700 SR), Tanah Datar (110 SR), Sawahlunto (2.431 SR), Sijunjung (4.600 SR), Solok (1.100 SR), Solok (4.892 SR), Padang Pariaman (5.649 SR), Solok Selatan (2.235 SR), dan Pesisir Selatan (13.500 SR).

baca juga: H-15 Kemerdekaan RI, Penjual Bendera Mulai Bermunculan

Menurutnya, penyaluran dana hibah ini menggunakan mekanisme investasi terlebih dahulu oleh Pemerintah Daerah untuk pembangunan sambungan baru ke kawasan permukiman MBR sehingga biaya pemasangan baru terjangkau bahkan gratis.

Alokasi dana hibah per SR sebesar Rp 2 juta untuk pemasangan sebanyak 1-1.000 SR pertama dan akan naik Rp 3 juta untuk sambungan 1.001 dan seterusnya.
Sebelum dana hibah disalurkan kepada Pemda, terlebih dahulu dilakukan verifikasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

baca juga: Wali Kota Padang Imbau Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Sebulan Penuh

Rencananya pada tahun 2019, Kementerian PUPR kembali melanjutkan Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan dengan anggaran sebesar Rp850 miliar.

Anggaran terbagi untuk di perkotaan senilai Rp700 miliar dengan target 230.000 Sambungan Rumah (SR) dan perdesaan senilai Rp150 miliar dengan target 75.000 SR.

Program hibah air minum ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan air bersih di Indonesia.

Pada tahun 2014, cakupan air bersih di Indonesia 68% dan berhasil meningkat sebesar 73,6% pada 2018. Tahun 2019 ditargetkan cakupan layanan air bersih mencapai 76,2%.

Peningkatan akses air bersih turut berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih sehat.

Upaya meningkatkan jumlah masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah atau MBR di perkotaan mendapatkan pelayanan air bersih perpipaan, salah satunya dilakukan melalui Program Hibah Air Minum .

Melalui Program Hibah Air Minum , Pemerintah berupaya mengatasi permasalahan yang dihadapi MBR mendapatkan akses air bersih perpipaan PDAM akibat biaya pemasangan sambungan baru yang tidak terjangkau.

Dari sisi PDAM , program ini mengurangi kapasitas berlebih (idle capacity) yang tidak termanfaatkan PDAM .(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa