Wagub Sumbar : Investor KEK Mandeh Harus Lewat Kemenko Maritim

Nasrul Abit pimpin rapat Rapat Pembahasan KEK Mandeh
Nasrul Abit pimpin rapat Rapat Pembahasan KEK Mandeh (Joni Abdul Kasir/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan, investasi pengembangan pariwisata melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Pasalnya dari awal pengembangan KEK sudah diserahkan sepenuhnya, sehingga Kementerian yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan itu mau membuatkan Amdal untuk KEK. Amdal dari Kemenko Maritim diperkirakan siap tahun ini. 

"Ada Investor masuk harus lewat Kemenko Maritim. Kemarin kabarnya Pessel ada investor, ya laporkan secara resmi kepada Menkomaritim, walaupun sudah bertemu dengan pak gubernur," ujarnya saat rapat pembahasan KEK diruang rapat Wakil Gubernur, Senin, 21 Januari 2019. 

baca juga: Gubernur Sumbar Kunjungi Agam, Cek Kesiapan Pilkada 2020

Pelaporan itu, agar Kemenko Maritim bisa mempercepat Amdal untuk kawasan tersebut. Menurutnya pengembangan Mandeh harus dilakukan secara bersama dan duduk bersama. Sehingga tidak jalan sendiri - sendiri. 

"Nanti ada kunjungan pak Luhut atau perwakilan Kemenko Maritim, Kita laporkan, Kabupaten mau bikin ini, Provinsi mau bikin ini, investornya ini. Trus apa saja yang akan kita kerjakan. Kalau bisa bupati Pessel datang" katanya. 

baca juga: Pandemi Covid-19, Irwan Prayitno Minta Perkuat Sinergitas Pemulihan Ekonomi

Namun, agar pengembangan tidak menyalahi aturan harus disingkronkan dengan aturan yang ada seperti Perda Zonasi, Masterplan, dan RTRW. "Jangan sampai nanti kita yang mau bangun malah merusak Mandeh dan ribut pula," tutur Nasrul. 

Disampaikannya, konsep awal pengembangan Kawasan pariwisata Mandeh adalah ekonomi kerakyatan dengan membagi wilayah yang akan dikembangkan. Kawasan Bukit Ameh khusus untuk investor luar negeri sementara pinggir pantai arah ke Padang untuk masyarakat dengan syarat tidak membangun tidak boleh membelakangi pantai. 

baca juga: Harumkan Nama Sumbar, Gubernur Serahkan Bonus Ratusan Juta ke Kafilah

"Dulu kepada pak Andrinof Chaniago juga saya sampaikan begitu. Investor tetap bisa masuk, masyarakat tetap bisa hidup," jelasnya. 

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan, masterplan pengembangan Mandeh ada di Kementerian Pariwisata. 

baca juga: Irwan Prayitno Klaim Karhutla Sumbar terkecil di Indonesia

"Sesuai dengan janji Menpar Pada pak wagub waktu launching TdS lalu masterplannya di Kemenpar. Bahkan saya sudah bertemu dengan Konsultan Visioning Master Plan nya," ujarnya. 

Dari rencananya kata Oni, Kemenpar akan membuat ikon semacam bangunan di puncak Bukit Ameh untuk melihat keindahan Mandeh secara keseluruhan. 

Rapat dihadiri Asisten II Benny Warlis, Kepala Dinas PU Sumbar Fathol Bari, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Siti Aisyah, Kepala Balitbang Sumbar Reti Wafda dan Kepala Kepala Bapeda Pessel Yoski.

(Joni Abdul Kasir) 

Penulis: Rezka Delpiera