Soal Larangan Kursi Roda di Masjid Raya Sumbar, Ini Penjelasan Pengurus

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat menegaskan memang menetapkan larangan membawa kursi roda ke area ibadah di masjid yang terletak di Jalan Khatib Sulaiman itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Sumbar , Ali Asmar. Ia menjelaskan, larangan itu merupakan bagian dari persyaratan yang harus dipatuhi jamaah masjid yang hendak beribadah.

baca juga: Masuk Nominasi API 2020, Begini Pesona Kampung Wisata Sarugo di Koto Tinggi Lima Puluh Kota

Kendati begitu, ia tidak ingin menginteprestasikan syarat tersebut sebagai bentuk larangan, "Bukan pelarangan, itu lebih mengacu kepada persyaratan dalam rangka melaksanakan salat. Apa saja yang boleh dibawa ke dalam masjid dan yang tidak boleh," katanya, Rabu 23 Januari 2019.

Menurut dia, syarat tersebut memang tidak tertuang dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) di masjid, hanya saja itu adalah bentuk syarat umum yang harus dipatuhi seperti larangan membawa sandal, sepatu, tongkat termasuk kursi roda.

baca juga: Objek Wisata Jembatan Pelangi di Pariaman Diresmikan, Tiket Cuma Rp2.000

Persyaratan itu, sebut dia, ditetapkan karena dikhawatirkan barang perlengkapan demikian terkena najis atau hal-hal yang merusak kesucian tempat ibadah.

"Kadang ada beberapa jemaah tidak mematuhi kebiasaan itu, jadi tidak ada larangan cuma menghormati rumah ibadah saja," sebut Mantan Sekda Pemprov Sumbar itu.

baca juga: 32 Personel Polisi Resor Pasbar Naik Pangkat

Hal itu disampaikan Ali Asmar terkait larangan masuk masjid pada sejumlah orang disabilitas menggunakan alat bantu jalan beberapa waktu lalu.

Informasi ini kemudian jadi perhatian bagi warganet. Terkait dengan itupun, organisasi Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang berencana akan menggelar audiensi dengan Pemprov Sumbar .

baca juga: Polisi Pasbar Blender 64,61 Gram Sabu

Auidensi ini pun disambut positif oleh pemerintah. Ali menyebut, langkah itu bisa dijadikan acuan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat berkebutuhan khusus.

"Soal audiensi kami sangat setuju, kan bisa menampung aspirasi dari disabilitas apa yang perlu disiapkan masjid untuk mengakomodir hak mereka. Namun tidak mengadakan yang tidak ada dan berlebihan," pungkasnya kemudian.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa