Pakar : Gempa Megathrust Biasanya akan Diikuti Longsoran Bawah Laut

Kepanikan warga di Kota Padang sesaat setelah terjadinya gempa pada 30 September 2009 yang lalu
Kepanikan warga di Kota Padang sesaat setelah terjadinya gempa pada 30 September 2009 yang lalu (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tidak hanya gempa megathrust yang menjadi ancaman tsunami di Sumatera Barat ( Sumbar ), tapi longsor bawah laut juga berpotensi menimbulkan tsunami besar di wilayah pesisir di daerah itu. Bahkan, runtuhan longsor bawah laut bisa membuat tsunami lebih besar.

Peneliti Utama LIPI sekaligus Ahli Geologi dan Gempa Bumi, Dr. Danny Hilman Natawidjaja menjelaskan, biasanya semua event megathrust disertai dengan longsor bawah laut. Artinya gempa megathrust akan diikuti oleh longsor bawah laut, akibatnya bisa membuat tsunami makin besar.

baca juga: Sempat Tersendat, Saat Ini Pesanan Estalase di Pessel Mulai Laris Manis

"Untuk pesisir Sumbar masih dominan ancaman megathrust, longsor bawah laut mengikuti setelah terjadi gempa yang menyebabkan tumbukan lempeng di zona megathrust tersebut," jelasnya.

Menurut Danny Hilman , sampai kini potensi gempa megathrust Mentawai tetap ada dan masih merupakan ancaman besar. Sebab, megathrust Mentawai satu-satunya segmen yang belum lepas setelah terjadinya rentetan gempa megathrust sejak gempa tsunami Aceh pada 2004 lalu.

baca juga: Ada Kasus Positif Covid-19, PT Telkom Sumbar Kurangi Layanan Tatap Muka

Menurutnya, potensi maksimum berkisar magnitudo 8,8 dengan tinggi tsunami di Sumbar berkisar antara 5-10 meter. Ancamam tsunami dari titik megathrust untuk sampai di pemukiman di Mentawai sekitar setengah jam.

"Terjadi di wilayah yang dekat dengan titik megathrust seperti Mentawai, untuk sampai ke Padang memang cukup lama dan potensinya sangat rendah," ujarnya.

baca juga: Ada Kasus Positif Covid-19, 600 Pegawai PT Telkom Sumbar Diswab

Disampaikannya, karakteristik dan siklus gempa megathrust Mentawai sudah dipelajari dengan detail. Hasil studi lengkap dan publikasi sudah banyak dilakukan dan sejak gempa 2007 sudah memasuki periode pelepasan gempa. Namun masyarakat Sumbar masih menunggu gempa pamungkas dengan magnitudo 8,8.

"Kapan terjadinya tidak ada yang tahu," katanya.

baca juga: Tahun Ini, Hewan Kurban di Pessel Berkurang

Ancaman lain lain wilayah pesisir pantai Sumbar ada sesar Mentawai (Mentawai Back Thrust), tapi menurutnya itu tidak begitu besar, karena ancaman terbesar masih megathrust.

"Untuk kesiapan menghadapi gempa dan tsunami besar itu harus ada kesiapan dari pemerintah untuk menyelamatkan masyarakatnya. Masyarakat harus diberikan pelajaran mitigasi dengan baik," jelas Danny Hilman .

Menurutnya, dari beberapa simulasi dan penelitian lapangan, masyarakat Sumbar khususnya daerah pesisir pantai belum siap dengan bencana gempa dan tsunami.

"Pengalaman tsunami di Mentawai pada 2010, masyarakat di luar Mentawai tidak tahu, malah besoknya baru tahu. Itu artinya kita belum siap termasuk Kota Padang," ulasnya.

Baca juga : Harga Tanah di Pinggir Pantai Mahal, Pakar Gempa : Itu Artinya...

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R