Kawasan Pedestrian Batang Arau Semberawut, Pengunjung: Bau Sampah Menyengat

Destinasi Batang Arau Kota Padang.
Destinasi Batang Arau Kota Padang. (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Pedestrian kawasan Batang Arau memang telah bersolek dari tempat kumuh menjadi sebuah destinasi yang memanjakan mata. Namun belum sampai sebulan setelah pembangunan, pedestrian itu kini sudah tampak seperti tidak terawat dan tak teratur.

Pantauan KLIKPOSITIF , Rabu (30/1) sekitar pukul 09.00 WIB, kawasan yang dibangun dengan anggaran Rp25 miliar itu terlihat semberawut. Masih banyak terdapat peti ikan di badan pedestrian untuk pejalan kaki. Kemungkinan besar, peti-peti tersebut adalah milik pedagang ikan yang tinggal disekitar lokasi.

baca juga: Dinkes Padang Berikan 1000 Dosis Vaksin Kepada TNI dan Polri

Selain peti ikan, sampah juga tampak berserakan walaupun sudah ada tong dan kontainer sampah di sekitar lokasi. Warga yang berada di sekitar lokasi pun mengeluhkan bau menyengat yang keluar dari sampah tersebut. Pekarangan disekitarnya juga ditumbuhi oleh sampah tanaman pelindung dan belum disapu.

Kemudian, di lokasi itu juga terlihat beberapa spanduk Caleg terpasang dan membuat tidak enak dipandang. Namun, di beberapa objek buatan seperti kapal Siti Nurbaya sudah tampak terpasang papan peringatan "Mohon Alas Kaki Tolong Dilepas Di Area Kapal!". Ada sebanyak tiga papan pemberitahuan dipajang, termasuk di dinding kapal buatan tersebut.

baca juga: Dinkes Padang Telah Vaksin 10 Ribu Nakes, Kini Giliran Pelayan Publik dan Lansia

Suarwadi Suib (67), warga Seberang Padang saat ditemui di lokasi mengaku tidak menyangka keadaan Batang Arau seperti itu. Dia mengaku pergi jalan pagi bersama temannya untuk menikmati keindahan Batang Arau setelah dibangun. "Masih belum terawat, padahal info yang saya dapat masih baru selesai dibangun. Selain sampah juga banyak peti ikan dan baunya menyengat," ujarnya.

Menurutnya, destinasi wisata baru tersebut perlu dirawat, sehingga tidak cepat rusak. "Perlu pemeliharaan, tadi saya lihat ada beberapa cat dinding pedestrian sudah rusak dan ada juga yang mulai pecah. Sampah di lokasi juga banyak," ulasnya.

baca juga: Dinkes Padang Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 800 Lansia

Teman Suardi, Imran juga merasakan demikian. Menurutnya, perawatan harus dilakukan agar destinasi Batang Arau bertahan lama dan diminati pengunjung. "Bagaimana ya, masyarakat masih banyak yang melakukan kegiatan pelelangan ikan tentu saja belum bersih maksimal. Kemudian, pergerakan kapal nelayan masih banyak disini yang berpotensi menyebabkan kerusakan," ujarnya.

Namun, dia yakin pemerintah kota punya solusi agar Batang Arau yang sudah bersolek tetap terjaga. "Pemeliharaan kuncinya," tukasnya.

baca juga: Kunjungan Perdana Wagub ke BLK Padang, Audy: Wah, Ini Menakjubkan Sekali

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto