Baru Didominasi Mahasiswa, Ini Cara Pustaka Daerah Tingkatkan Jumlah Kunjungan

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Wardarusmen
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Wardarusmen (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat Wardarusmen menyampaikan, kunjungan di perpustakaan daerah (Pusda) setiap hari mencapai 250 kunjungan . Kunjungan didominasi oleh mahasiswa yang mencari bahan perkuliahan.

"Catatan kami tiap hari itu mencapai 250 kunjungan . Hari libur (Sabtu) kunjungan paling ramai, Minggu kita tutup," ujarnya kepada KLIKPOSITIF , di Auditorium Gubernuran Sumbar , Kamis, 31 Januari 2019.

baca juga: Tekan Penularan Covid-19, Pemda Diminta Perkuat Tim Khusus Testing dan Tracing

Dijelaskan Wardarusmen, pihaknya terus melakukan inovasi agar terjadi peningkatan kunjungan . Salah satu inovasi dengan membangun tempat bermain untuk anak-anak. Hal itu didukung dengan pola hidup masyarakat yang sudah mulai wisata pustaka .

"Lantai satu kami sediakan tempat untuk anak-anak sehingga disaat anak-anak bermain, orangtua bisa membaca," jelasnya.

baca juga: Antisipasi Pengangguran, Desa di Pariaman Beri Pelatihan Pada Puluhan Warga

Menurut Wardarusmen, pengembangan pustaka dalam bentuk meningkatkan minat baca perlu dilakukan sinergi antar lembaga. Program pustaka nasional (Pusnas) tahun ini sudah mulai menyediakan faktor penunjang ekonomi kreatif di pustaka .

"Fasilitas tersedia, sebagai contoh, mereka yang telah membaca buku menjahit bisa langsung praktik karena di pustaka tersedia mesin jahit. Kami ada rencana mengikuti inovasi itu," terangnya.

baca juga: Pembangunan GSG Pariaman Baru 30 Persen, Pemerintah Butuh Rp14 Miliar lagi

Langkah lain yang dilakukan Pusda untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan pustaka melakukan kerja sama dengan sekolah - sekolah sehingga mereka datang secara berkelompok ke Pusda.

Saat ini diakuinya, buku koleksi buku kesehatan terutama buku kedokteran. Namun koleksi selalu ditambah, tapi karena keterbatasan anggaran tidak bisa disediakan dalam jumlah banyak.

baca juga: Pemkab Pessel Percepat Penyaluran BLT Nagari Guna Menjaga Daya Beli Masyarakat

"Tahun ini belum bisa kami tambah, sebab anggaran kami sangat kurang," tukasnya. (Joni Abdul Kasir)

Baru Didominasi Mahasiswa, Ini Cara Pustaka Daerah Tingkatkan Jumlah Kunjungan

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat Wardarusmen menyampaikan, kunjungan di perpustakaan daerah (Pusda) setiap hari mencapai 250 kunjungan . Kunjungan didominasi oleh mahasiswa yang mencari bahan perkuliahan.

"Catatan kami tiap hari itu mencapai 250 kunjungan . Hari libur (Sabtu) kunjungan paling ramai, Minggu kita tutup," ujarnya kepada KLIKPOSITIF , di Auditorium Gubernuran Sumbar , Kamis, 31 Januari 2019.

Dijelaskan Wardarusmen, pihaknya terus melakukan inovasi agar terjadi peningkatan kunjungan . Salah satu inovasi dengan membangun tempat bermain untuk anak-anak. Hal itu didukung dengan pola hidup masyarakat yang sudah mulai wisata pustaka .

"Lantai satu kami sediakan tempat untuk anak-anak sehingga disaat anak-anak bermain, orangtua bisa membaca," jelasnya.

Menurut Wardarusmen, pengembangan pustaka dalam bentuk meningkatkan minat baca perlu dilakukan sinergi antar lembaga. Program pustaka nasional (Pusnas) tahun ini sudah mulai menyediakan faktor penunjang ekonomi kreatif di pustaka .

"Fasilitas tersedia, sebagai contoh, mereka yang telah membaca buku menjahit bisa langsung praktik karena di pustaka tersedia mesin jahit. Kami ada rencana mengikuti inovasi itu," terangnya.

Langkah lain yang dilakukan Pusda untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan pustaka melakukan kerja sama dengan sekolah - sekolah sehingga mereka datang secara berkelompok ke Pusda.

Saat ini diakuinya, buku koleksi buku kesehatan terutama buku kedokteran. Namun koleksi selalu ditambah, tapi karena keterbatasan anggaran tidak bisa disediakan dalam jumlah banyak.

"Tahun ini belum bisa kami tambah, sebab anggaran kami sangat kurang," tukasnya. (Joni Abdul Kasir) 

Penulis: Eko Fajri