Bawaslu Payakumbuh Bubarkan Kampanye Tak Berizin Lewat Rekomendasi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Kota Payakumbuh membubarkan tiga kegiatan kampanye tak berizin yang dilakukan peserta pemilu 2019 lewat surat rekomendasi.

Rekomendasi pembubaran dikeluarkan Bawaslu Kota Payakumbuh karena pertemuan yang bersifat kampanye tersebut dilakukan dengan momenklatur perizinan yang tidak lengkap.

baca juga: Hari Terakhir Kampanye, Ribuan Massa Pendukung Rusma-Rudi Padati Pantai Muaro Bayang

"Sampai sejauh ini sudah ada tiga pertemuan bersifat kampanye yang kami rekomendasikan pembubaran karena momenklatur perizinan dari kegiatan itu tidak lengkap," kata Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh , Muhammad Khadafi pada KLIKPOSITIF , Senin 4 Februari 2019.

Ia menjelaskan, untuk melakukan pertemuan dengan masyarakat yang sifatnya kampanye , setiap peserta pemilu harus mengizin beberapa perizinan, diantaranya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dan izin penggunaan tempat.

baca juga: Bawaslu Hentikan Laporan Terkait Netralitas Oknum Wali Nagari dan PNS di Pessel

Selain mengeluarkan rekomendasi pembubaran, sampai sejauh ini Bawaslu Kota Payakumbuh juga sudah melakukan proses terhadap dua bentuk pelanggaran pemilu yang diduga masuk tindak pidana pemilu .

"Yang sudah dilakukan proses ada dua tindak pidana pemilu , setelah dilakukan klarifikasi, dilakukan kajian, berdasarkan bukti dan laporan yang masuk tidak ditemukan unsur pidana pemilu .Selain itu tidak ada lagi kita temukan," lanjutnya.

baca juga: Mahfud MD : Sampai Sore Tanggal 5 Ini, Silakan Berkampanye

Lebih lanjut, Khadafi menjelaskan, Bawaslu Kota Payakumbuh telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi potensi pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh peserta pemilu .

Diantara yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi, menyurati peserta pemilu , melakukan tindakan preventif atau pencegahan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan.

baca juga: 3.814 Dugaan Pelanggaran Pilkada, 112 Dugaan Tindak Pidana Masuk Tahap Penyidikan

"Terakhir kami juga melakukan tindakan pengarahan terhadap peserta pada saat melaksanakan kegiatan, apabila ada pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu saat melakukan kegiatan tersebut kami berikan pengarahan langsung," papar dia.

Setelah empat langkah tersebut dilakukan dan peserta pemilu masih tidak patuh atas aturan-aturan tersebut, Bawaslu akan menjadikan pelanggaran tersebut sebagai temuan.

"Temuan tersebut nantinya bisa berakibat pada tindak pidana pemilu , juga ada hal-hal lain yang konsekuensinya harus diterima oleh peserta pemilu tersebut," pungkasnya kemudian.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa