Bawaslu: Ada 2911 Pelanggaran Bahan Kampanye di Limapuluh Kota

Penindakan pelanggaran bahan kampanye
Penindakan pelanggaran bahan kampanye (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat Kampai)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Kabupaten Limapuluh Kota mencatat, jelang pelaksanaan Pemilu, ada ribuan pelanggaran bahan kampanye yang dilakukan oleh peserta.

Salah satu Komisioner Bawaslu Limapuluh Kota , Ismet Aljannata mengungkapkan bahwa, tercatat ada 2911 jumlah pelanggaran yang telah ditertibkan oleh lembaga tersebut.

baca juga: Bawaslu Hentikan Laporan Terkait Netralitas Oknum Wali Nagari dan PNS di Pessel

Bentuk pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pemasangan bahan kampanye di tiang listrik dan pepohonan.

"Pemasangan bahan kampanye mencapai sebanyak 2911 dan semuanya pemasangan di pohon dan tiang listrik," katanya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Mahfud MD : Sampai Sore Tanggal 5 Ini, Silakan Berkampanye

Terkait dengan adanya pelanggaran tersebut, ia mengingatkan agar peserta tidak membagikan bahan kampanye di tempat yang dilarang sesuai undang-undang nomor 7 tahun 2007 yaitu di sekolah, mesjid dan kantor pemerintah.

"Apabila yang dibagikan di luar jenis bahan kampanye seperti jam dinding dengan embel-embel caleg atau lainnya itu masuk dalam politik uang," ujarnya.

baca juga: 3.814 Dugaan Pelanggaran Pilkada, 112 Dugaan Tindak Pidana Masuk Tahap Penyidikan

Peserta pemilu boleh memberikan sesuatu kepada masyarakat dengan niat menolong dengan syarat tanpa atribut dan embel-embel kampanye .

"Bukan berarti dibolehkan membagikan-bagikan sesuatu kepada masyarakat namun ketika ada atribut berarti dia telah mengkampanyekan diri," kata Ismet melanjutkan.

baca juga: Antisipasi Pelanggaran Jelang Masa Tenang, Bawaslu Minta Sentra Gakkummdu Daerah Optimalkan Peran

Ia mengatakan Bawaslu melakukan penindakan apabila ada temuan dan laporan dari masyarakat setelah itu diproses di sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) dan diserahkan ke kejaksaan.

Sesuai aturan bahan kampanye dan APK yang ditertibkan itu disita oleh Bawaslu dan tidak dikembalikan kepada partai atau caleg bersangkutan.

Dalam melakukan pertiban tersebut, ia mengaku kendala utama yang dihadapi Bawaslu Limapuluh Kota adalah tidak tersedianya peralatan yang memadai.

"Akibatnya, petugas yang melakukan penertiban harus memanjat tiang yang cukup tinggi untuk membongkar APK yang terpasang di lokasi cukup tinggi," ujarnya.

Terkait peserta pemilu yang bahan kampanyenya ditertibkan, Ismet menyebut semua pihak menerima, mulai dari peserta pemilu ataupun masyarakat yang merupakan simpatisan si calon atau partai. "Kalau komplain ada tapi setelah kami jelaskan  akhirnya mereka mengerti,” pungkasnya kemudian.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa